Gedung Teater Termegah Hingga Gedung Pertunjukkan Terbuka di Inggris

Gedung Teater Termegah Hingga Gedung Pertunjukkan Terbuka di Inggris – Dunia pertunjukkan neniliki daya tarik bagi kebanyakan orang. Jenis kesenian ini biasanya membutuhkan ruangan khusus untuk menggelar pertunjukkan. Ruangan itu biasanya terbagi menjadi tiga bagian, yaitu panggung, ruang persiapan atau backstage, dan ruangan untuk audience atau penonton. Ruangan tempat berlangsungnya berbagai pertunjukkan itu biasa disebut sebagai gedung pertunjukkan atau gedung teater. Biasanya berbentuk bangunan yang cukup besar karena untuk menampung banyak orang.

Penyebutan gedung teater sendiri masih sering dipahami secara rancu oleh sebagian orang. Terdapat sebagian orang yang memahami istilah teater sebagai salah satu cabang kesenian pertunjukkan yang sepadan dengan seni drama maupun seni sandiwara. Maka dari itu mereka menganggap gedung teater adalah tempat yang secara khusus menampilkan pertunjukkan seni drama saja. Padahal istilah teater sebenarnya mencakup semua jenis kesenian pertunjukkan, seperti seni tari, seni musik, seni drama itu sendiri, dan lain-lain. Jadi gedung teater lebih merujuk kepada kesenian pertunjukkan secara umum.

Dalam artikel ini, akan dibahas beberapa gedung teater yang terdapat di negara Inggris, dimana seorang seniman pertunjukkan besar seperti William Shakespeare lahir dan mengembangkan karyanya.

Yang pertama, tentu saja adalah Shakespeare Globe Theatre. Gedung teater ini memiliki sejarah yang sangat erat kaitannya dengan proses berkesenian William Shakespeare. Tempat ini merupakan tempat favoritnya untuk berlatih drama, menggelar pertunjukkan, dan bahkan naskah-naskah terkenalnya banyak yang ia tulis di tempat ini. Berlokasi di daerah Southwark, di tepi aliran sungai Themes, gedung ini berdiri. Pada awalnya gedung ini didirikan menggunakan kontruksi kayu, namun setelah beberapa kali mengalami perombakan sudah terjadi banyak perubahan. Meskipun begitu, pihak pengelola gedung selalu berusaha mempertahankan keaslian bangunannya seperti ketika dulu dibangun oleh William Shakespeare dan kawan-kawannya. Saat ini Shakespeare Globe Theatre tidak hanya menjadi tempat pertunjukkan saja, namun juga terdapat tempat latihan drama terbuka dan telah dibuka tour wisata untuk umum melihat tapak tilas William Shakespeare. Jadi tempat ini selalu ramai oleh pengunjung dan para pengagum William Shakespeare setiap harinya.

Selanjutnya adalah Royal Opera House yang berada di kota London, tepatnya di Covent Garden. Memiliki kapasitas 2500 penonton, Royal Opera House menjadi salah satu gedung teater termegah di Inggris. Gedung teater ini pertama kali dibangun pada tahun 1732 dan pada awalnya bernama Theatre Royal. Pertunjukkan pertama yang digelar di gedung ini adalah pertunjukkan tari ballet setelah dua tahun bangunan ini didirikan.

Kemudian masih berada di kota London juga, terdapat gedung pertunjukkan bernama Royal Albert Hall. Bangunan ini tepatnya berada di kota Westminster, London. Sebelum bernama Royal Albert Hall, gedung ini memiliki nama The Central Hall of Arts and Science. Kemudian pada masa kepemimpinan Ratu Victoria diubah namanya menjadi Royal Albert Hall. Perubahan nama ini dilakukan untuk menghormati mendiang suami sang ratu yang bernama Prince Albert. Royal Albert Hall memiliki kapasitas penonton mencapai sekitar 8000 orang. Namun demi keamanan dan ketertiban dalam Gedung teater ini, kapasitasnya dibatasi sampai 5500 orang saja.

Yang terakhir, ada Open Air Theatre. Memiliki kapasitas penonton sebesar 1240 orang, gedung ini berada di alam terbuka di area Regent’s Park, kota London. Open Air Theatre adalah gedung pertunjukkan yang unik karena dibuat menjadi tempat terbuka tanpa atap. Dulunya sebelum di bangun Open Air Theatre, tempat ini merupakan bekas Casino termegah yang dibangun oleh agen sbobet dan pernah menjadi Casino yang paling terkenal di London serta Casino ini banyak di kunjungi oleh banyak wisatawan mancanegara maupun internasional.

Selain dapat menikmati pertunjukkan seni yang digelar, penonton dapat pula menikmati alam sekitar yang banyak dikelilingi pohon-pohon ketika

The Ambassadors Theatre, Teater Berkelas Tempat Lawrence Olivier Debut

The Ambassadors Theatre, Teater Berkelas Tempat Lawrence Olivier Debut

The Ambassadors Theatre (nama sebelumnya New Ambassadors Theatre), merupakan gedung teater yang terletak di West End yang terletak di West Street, dekat Cambridge Circus di Charing Cross Road City of Westminster yang merupakan ground zero bagi London, serta kawasan paling elit dan bersejeraha. Ini adalah salah satu cabang teater yang terkecil dari teater West End, dengan tempat duduk maksimal 444, dengan 195 kursi elite dress circle, dan 251 kursi tepat di depan panggung.

Teater itu dibangun bersama dengan biara Santo Martin yang berdekatan karena dirancang oleh arsitek yang sama, W. G. R. Sprague, keduanya juga berdiri pada waktu yang sama pada tahun 1913, tetapi Perang Dunia Pertama mengganggu pembangunan biara selama tiga tahun, di mana banyak pekerjanya yang direkrut untuk menjadi tentara ekspedisi. The Ambassadors ini dibangun dengan tujuan untuk menjadi sebuah teater yang intim dan lebih padat dan terletak di seberang restoran terkenal The Ivy, tempat favorit para elit teater.

Teater ini terdaftar sebagai bangunan landmark Grade II oleh Heritage Inggris pada bulan Maret 1973. Pada tahun 1996, gedung venue ini dibeli oleh jaringan yang memiliki nama sama, yakni Ambassador Theatre Group, yang sekarang menjadi operator teater terbesar di West End. Venue ini dibagi menjadi dua ruang kecil, dengan membuat lantai palsu di tingkat lingkaran, dan digunakan oleh Royal Court. Kemudian pada tahun 1999 venue tersebut dikembalikan ke desain aslinya, berganti nama menjadi New Ambassadors dan menjadi tuan rumah karya-karya atau niche dan permainan yang biasanya tidak terlihat di lain tempat.

Pada tanggal 4 April 2007 diumumkan bahwa jaringan ATG telah menjual venue tersebut kepada Stephen Waley-Cohen, yang mengubah nama venue tersebut menjadi The Ambassador, seperti nama lama, dan memulai program refurbishments yang ekstensif. Pada tahun 2014, Waley-Cohen mengumumkan rencana untuk menjual The Ambassadors ke Delfont Mackintosh Theatres. Penjualan tersebut kemudian ditunda sambil menunggu persetujuan pembangunan kembali, dan akhirnya dibatalkan pada November 2018. Pada bulan Desember 2018, Waley-Cohen sebaliknya menjual teater kembali ke ATG dengan harga £ 12 juta, lebih dari dua kali lipat dari yang seharusnya dibayar Mackintosh.

Artis ternama yang pernah tampil di teater ini adalah Vivien Leigh yang melakukan debut West End di The Ambassador, membintangi The Mask of Virtue (1935); ini juga drama di mana Laurence Olivier pertama kali tampil dalam debutnya. Produksi teater yang paling terkenal adalah Agatha Christie’s The Mousetrap, yang ditampilkan dari tahun 1952 hingga 1974 sebelum pindah di sebelah Teater St Martin, di mana judul itu masih ditampilkan.

Setelah dibeli oleh perusahaan IDN Poker dan Ambassador Theatre Group di bawah produser Sonia Friedman, dibuat beberapa produksi termasuk “Some Explicit Polaroids” oleh Mark Ravenhill, “Spoonface Steinberg” oleh Lee Hall, “Krapp’s Last Tape” karya Samuel Beckett dan dibintangi John Hurt, dan merupakan rumah perdana pertunjukan Marie Jones “Stones in His Pockets” di West End. dan “The Vagina Monologues” karya Eve Ensler. Produksi terlawas termasuk produksi multi-penghargaan Sweeney Todd karya John Doyle yang kemudian ditransfer ke Broadway. Chocolate Factory dari Little Shop of Horrors, produksi Bush Theatre Whipping it Up, dibintangi oleh Richard Wilson dan Robert Bathurst, dan Love Song, dibintangi oleh Cillian Murphy dan Neve Campbell.

Young Vic, Teater Anak Muda Pencetak Aktor Kaliber Oscar Di UK

Young Vic, Teater Anak Muda Pencetak Aktor Kaliber Oscar Di UK

Young Vic, Teater Anak Muda Pencetak Aktor Kaliber Oscar Di UK – Teater Young Vic merupakan tempat pertunjukan seni teater, tari, musik, yang terletak di Cut, dekat South Bank, London Borough of Lambeth. Young Vic didirikan oleh Frank Dunlop pada 1970. Saat ini teater ini dipimpin oleh Kwame Kwei-Armah yang telah menjadi Direktur Artistik sejak Februari 2018, Kwame menggantikan direktur sebelumnya David Lan. Pada periode setelah Perang Dunia II, Sanggar Young Vic Company dibentuk pada tahun 1946 oleh sutradara George Devine sebagai cabang dari Old Vic Theatre School dengan tujuan menampilkan drama klasik untuk penonton berusia sembilan hingga lima belas tahun.

Dari sanalah nama Young Vic berasal.

Namun kegiatan ini dihentikan pada tahun 1948 ketika Devine dan seluruh rekanannya mengundurkan diri dari Old Vic. Lalu pada tahun 1969 Frank Dunlop menjadi pendiri-direktur teater The Young Vic di mana dirinya melakukan adaptasi dari karya Moliere, berjudul The Cheats of Scapin. Karya adaptasi ini hendak dipertunjukkan di gedung bekas Young Vic sekaligus menandai kelahiran kembali Young Vic. Karyanya lalu disaikan untuk umum pada 11 September 1970 dan dibintangi oleh Jim Dale sebagai pemeran utama, dengan desain dekor oleh Carl Toms dan desain kostum oleh Maria Björnson.

Awalnya bagian dari Teater Nasional, Teater Young Vic menjadi badan independen pada tahun 1974. Dalam kata-kata aktor terkenal, Sir Laurence Olivier, yang saat itu menjadi direktur Teater Nasional: “Di sini kami berpikir untuk mengembangkan permainan untuk penonton anak muda, sebuah lokakarya eksperimental untuk penulis, aktor dan produser.” Tujuannya adalah untuk menciptakan teater yang dapat diakses yang menawarkan kualitas tinggi, dengan biaya murah di lingkungan informal. Tujuannya juga untuk menarik perhatian khalayak muda sebanyaknya, tetapi kali ini tidak khusus untuk anak-anak.

Frank Dunlop menyelesaikan set gedung teater ini pada tahun 1970, berada di dalam blok gedung Wind di The Cut, dibangun pula dari toko bekas tukang daging dan lokasi bom yang berdekatan. Gedungnya disewa untuk bertahan selama lima tahun, tetapi kini telah menjadi permanen. Auditorium, teater memiliki kapasitas 420 kursi, meskipun konfigurasi dan kapasitas dapat bervariasi tergantung pada desain masing-masing produksi. Selain rumah utama Young Vic, sekarang ada dua ruang teater yang lebih kecil. Yakni teater Maria, dinamai dari desainer kostum Maria Björnson, dengan kapasitas 150 kursi. Lalu teater Clare, dinamai dari direktur artistik Sheffield Crucible, Clare Venables, dengan 70 kursi.

Young Vic, Teater Anak Muda Pencetak Aktor Kaliber Oscar Di UK

Seperti hall teater utama, kedua hall teater yang lebih kecil memiliki konfigurasi tempat duduk yang fleksibel yang dapat diatur sesuai dengan desain produksi. Dalam dua auditorium, tempat duduk yang lebih kecil biasanya tanpa pagu harga, dengan para aktor tampil dekat dengan penonton.

Young Vic tetap menampilkan melakukan drama klasik, tetapi sering kali dibuat dalam produksi yang inovatif. Banyak aktor terkenal telah bekerja di Young Vic termasuk Ian Charleson, yang melakukan debut profesionalnya dengan Young Vic 1972-74, dan yang memerankan Jimmy Porter di Look Back in Anger and Hamlet, Stencard’s Rosencrantz, dan Guildenstern Are Dead pada tahun 1973. Pemeran lainnya yang berkiprah di Young Vic yang telah terkenal termasuk Vanessa Redgrave, Helen Mirren, Judi Dench, Timothy Dalton, Robert Lindsay, Willard White, John Malkovich, Michael Sheen dan Arthur Lowe. Tentunya nama-nama Hollywood yang telah beroleh nominasi Oscar itu Anda kenal.

Gielgud Teater Besar Bersejarah di UK

Gielgud Teater Besar Bersejarah di UK

Teater Gielgud adalah teater yang berlokasi di West End, tepatnya terletak di Shaftesbury Avenue di Westminster City, London, di sudut Rupert Street. Teater ini diperkuat 986 kursi dengan tiga lantai. Teater ini dirancang oleh W. G. R. Sprague, yang juga banyak mendesain gedung di Westminster dan dibuka pada tanggal 27 Desember 1906 dengan nama Teater Hicks, dinamai dari Seymour Hicks, donatur yang membiayai pembangunannya.

Pertunjukan pertama di teater ini adalah adalah drama musikal berjudul The Beauty of Bath yang ditulis Hicks sendiri. Kesuksesan besar lainnya adalah A Waltz Dream pada tahun 1908. Pada tahun 1909, warga negara Amerika Serikat, Charles Frohman menjadi manajer teater dan menamai ulang gedungnya menjadi Globe Theatre – sebuah nama yang dipertahankan hingga 85 tahun.

Pertunjukkan Call It a Day dibuka pada tahun 1935 dan telah tampil sebanyak 509 pertunjukan, sebuah perjalanan panjang untuk suatu judul yang ternyata disukai oleh penonton. Ada juga karya lain, Girl in My Soup, sejak 1966, yang tampil selama hampir tiga tahun, sebuah rekor untuk teater yang tidak dilewati sampai akhirnya Daisy Pulls It Off tayang perdana pada bulan April 1983 dan tayang hingga 1.180 pertunjukan.

Pada tahun 1987, teater tersebut telah menghadirkan beberapa penampilan karya Alan Ayckbourn, termasuk Man of the Moment (1990). Selama rekonstruksi teater Globe Shakespeare di South Bank, pada tahun 1994 teater berganti nama menjadi Teater Gielgud untuk menghormati aktor besar abad 20 seInggriis raya, Sir Arthur John Gielgud. Penampilan terakhir Gieglud sebagai Paus di Film Elizabeth, seolah menasbihkan bahwa dirinya adalah paus dunia teater, atas dasar itulah namanya di abadikan menggantikan The Globe.

Sejak Charles Frohmaan menjadi manajer dan teater berganti nama menjadi Globe Theatre karena nama teater yang sama di UK, terletak di Newcastle Street telah tutup 1902. Tidak ada alasan jelas mengapa Hicks dirubah menjadi titisan baru dari Globe Theatre di Newcastle Street, kecuali dari kesan global yang ingin dicapai. Produksi pembuka yang tayang perdana adalah “His Borrowed Plume”, ditulis oleh Lady Randolph Churchill, ibu dari Winston Churchill. Selama Perang Dunia Pertama, disajikan juga drama musikal Peg O ‘My Heart” yang nyatanya sukses.

Noël Coward juga memulai debut karya “Fallen Angels”-nya di Globe pada tahun 1925. Lalu diputar beberapa nomor dari Shakespeare dan beberapa drama klasik, serta musikal, dalam beberapa dekade berikutnya. Pada tahun 1938, aktor John Gielgud menjadi pemain sbobet Indonesia sekaligus sutradara dalam nomor The Importance of Being Earnest yang “dianggap pada saat itu sebagai produksi definitif abad ke-20.”

Gielgud yang kemudian menjadi direktur teater mengambil produksi The Lady’s Not for Burning, oleh Christopher Fry, pada tahun 1949 untuk pemutaran perdana West End yang sukses. Demikian juga, pada tahun 1960, A Man For All Seasons tampil perdana di Globe. Terence Frisby’s “There a Girl in My Soup”, dibuka pada tahun 1966, dan tayang sebanyak 1.064 pertunjukan di teater, sebuah rekor yang tidak diampaui sampai akhirnya Andrew Lloyd Webber memproduksi teater komedi “Daisy Pulls It Off” oleh Denise Deegan dibuka pada April 1983 dan tampil sebanyak 1.180 pertunjukan, pertunjukan teater yang terbilang sebagai penampilan paling lama di The Globe. Walau begitu Gieglud lah yang mengangkat nama besar teater ini.

7 Teater Bersejarah di UK

7 Teater Bersejarah di UK

7 Teater Bersejarah di UK – Pada daftar di bawah ini Anda akan mendapati teater unggulan di Inggris raya yang telah mengorbitkan aktor muda menjadi aktor yang wajahnya sangat kita kenal di gedung bioskop. Mereka berawal dari pertunjukkan teater, menjadi aktor watak hingga akhirnya berakhir di layar perak. Nama-nama seperti Lawerence Olivier, Peter O Toole, Vivien Leigh, Rachel Weisz dan banyak lain muncul reguler di teater berikut ini, di antaranya :

1. Teater Royal, Drury Lane Teater tertua di London dengan bangunan spektakuler dengan auditorium mewah yang dikagumi oleh pengunjung dari seluruh dunia. Meskipun tidak lagi merupakan bangunan asli – dibangun di situs yang sama pada tahun 1662- penampilannya yang megah melampaui sebagian besar teater West End lainnya. Terutama pementasan musikal populer, teater hari ini dimiliki oleh komposer dan produser Lord Andrew Lloyd Webber.

2. Bristol Old Vic Teater Royal di Bristol Old Vic dibuka sejak 1766 dan dikenal sebagai teater tertua yang terus beroperasi di Inggris. Di mana auditorium berbentuk tapal kuda dengan dekorasi merah dan emas yang mewah, bangunannya adalah salah satu terindah di dunia. Audiens juga masih menikmati produksi yang menghibur dan menginspirasi. Dari permainan klasik ke drama modern, teater ini juga bekerja sama dengan Sekolah Teater, Old Vic Bristol, yang telah menghasilkan aktor-aktor brilian seperti Jeremy Irons dan Daniel Day-Lewis.

3. Grand Theatre, Lancaster Sebagai teater tertua ketiga di Inggris, Lancaster Grand telah digunakan terus menerus sejak 1782. Pernah rusak oleh kebakaran pada tahun 1908 lalu dibangun kembali pada tahun yang sama. Tempat duduknya 457 orang dengan dua tingkat, dimiliki oleh Lancaster Footlights yang membeli bangunan ini pada tahun 1950 untuk menyelamatkannya dari kehancuran.

4. Teater Royal, Margate Dibuka pada tahun 1787, Theatre Royal in Margate mengklaim sebagai teater tertua yang belum pernah direnovasi se Inggris Raya dan juga memiliki panggung tertua. Walau banyak pihak khawatir akan kekuatan panggung yang lapuk di makan usia.

5. Theatre Royal, Bath Teater ini adalah contoh terkenal arsitektur ala Georgian era dan awalnya dibuka pada tahun 1805 dengan pertunjukan Shakespeare, “Richard III”. Memiliki tiga auditoria, termasuk teater anak-anak, teater ini mengadakan festival setiap tahun, festival Shakespeare, dan Festival Bath International Puppet.

6. The Old Vic, London Terkenal baru-baru ini karena menunjuk aktor Amerika Kevin Spacey sebagai sutradara artistik. Teater ini melahirkan aktor kaliber internasional. dari Laurence Olivier, Peggy Ashcroft, dan John Gielgud hingga Maggie Smith, Judi Dench, Albert Finney, dan Peter O’Toole. Berdiri sejak tahun 1818 dengan nama awal Royal Coburg, lalu berganti menjadi Old vic. Mengesankan karya teater masa Victoria yang besar dan menginspirasi banyak seniman di Inggris raya hingga saat ini.

7. Citizens Theatre, Glasgow Pertama kali dibuka pada tahun 1878, ini adalah salah satu teater tertua di Skotlandia dan memiliki mesin teater ala Victorian era paling lengkap di Inggris. The Citizens Theatre masih memiliki inisiatif untuk membawa seni ke komunitas lokal Skotlandia dengan cara baru dan menarik. Mereka juga menawarkan harga tiket yang lebih terjangkau juga program gratis untuk penonton yang jadi anggota. Bahkan ada kelas drama pada akhir pekan untuk anak-anak untuk meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam menginspirasi kreativitas. Tua tapi bijaksana, itulah The Citizens.

Royal Opera House: Pertunjukan Seni Tak Selalu Membosankan

Royal Opera House: Pertunjukan Seni Tak Selalu Membosankan – Inggris merupakan salah satu negara yang kental dengan pertunjukan seni klasik yang dijadikan sebagai salah satu sarana hiburan bagi rakyatnya. Kesenian opera yang sering kali ditampilkan dalam tempat pertunjukan seni biasanya sering dianggap sebagai kesenian yang hanya dapat dinikmati oleh kaum elite Inggris serta cenderung membosankan. Pihak pengelola Royal Opera House yang berada di London pun tidak ingin anggapan tersebut membuat pertunjukan kesenian yang digelar di tempat mereka menjadi berkurang penontonnya terutama bagi para penonton yang berasal dari golongan mudah. Sehingga pihak pengelola pun mulai melakukan beberapa upaya untuk membuat suasana yang ada di Royal Opera House menjadi lebih kekinian dan tidak terkesan kaku.

Salah satu upaya yang dilakukan oleh pihak pengelola adalah dengan membangun sebuah ruangan teater baru bernama Linbury Theatre yang memiliki kapasitas hingga 406 orang. Ruangan teater baru ini pun mulai beroperasi sejak Desember 2018. Dengan hadirnya Linbury Theatre di Royal Opera House pihak pengelola berharap bahwa para penonton yang berasal dari kalangan mudah bisa lebih tertarik lagi untuk mempelajari dan melestarikan kesenian asal Inggris tersebut. Program pertunjukan yang berlangsung di tempat tersebut pun dirancang untuk mengikuti perkembangan zaman untuk menarik perhatian kaula muda Inggris agar mau menonton pertunjukan opera. Selain itu hal tersebut merupakan upaya untuk meninggalkan kesan bahwa pertunjukan seni klasik itu membosankan.

Pertunjukan tetap diadakan oleh pihak Royal Opera House namun konsep yang digunakannya berbeda. Pihak penyelenggara kini mulai menggunakan konsep yang segar untuk menarik lebih banyak orang agar datang menonton pertunjukan yang digelar oleh pihak pengelola. Satu dari empat pertunjukan seni kelas dunia yang pernah digelar oleh Royal Opera House adalah The Mostrous Child yang merupakan karya dari Francesca Simon. Selain itu Royal Opera House juga pernah menjadi saksi dari banyaknya pertunjukan seni opera yang berkembang di Inggris dari masa ke masa. Kehadiran Royal Opera House pun terus berkembang dengan mengikuti perkembangan zaman yang makin modern.

Pihak pengelola Royal Opera House pun mengatakan jika mereka ingin menekan harga tiket untuk pertunjukan yang digelar di tempat ini agar para penonton dapat menikmati pertunjukan seni di tempat tersebut. Selain itu cara ini juga ditempuh untuk mengubah pandangan dunia terhadap pertunjukan seni yang sering kali dipandang hanya untuk kaum elite saja. Royal Opera House pun kini mulai mengganti konsep dengan mempertunjukan berbagai penampilan opera dengan konsep baru yang seru dan membuat penampilan menjadi lebih berwarna. Hal ini pun diharapkan mampu membantu eksistensi seni opera di tengah-tengah perkembangan zaman modern ini.

Jika selama ini banyak yang menganggap bahwa pertunjukan opera hanya menghadirkan seseorang yang mampu bernyanyi di atas panggung, namun kini Royal Opera House membuat penampilan opera menjadi lebih memiliki makna dari cerita yang disampaikan. Hal tersebut dikarenakan para penonton yang berasal dari pemain taruhan bola di situs agen bola lebih menyukai cerita yang ditampilkan di dalam sebuah cerita. Dalam perjalanannya, pembangunan Linbury Theatre ini memiliki sebuah hambatan. Pasalnya ketika memasuki proses pembangunan, para pekerja konstruksi yang mengerjakan bangunan tersebut menemukan sebuah kubangan air yang cukup besar di bawah tanah. Sehingga mereka harus melakukan kerja keras untuk bisa menguras kubangan air tersebut dan harus mengeringkannya untuk membangun ruangan yang menjadi bagian Royal Opera House tersebut. Hingga kini Royal Opera House masih terus melakukan berbagai terobosan baru untuk mengubah stigma masyarakat terhadap pertunjukan seni opera.

Teater Seni Paling Megah di Inggris

Teater Seni Paling Megah di Inggris

Teater Seni Paling Megah di Inggris – Inggris merupakan salah satu negara yang kental dengan berbagai pertunjukan seni. Di negara tersebut berbagai pertunjukan seperti teater drama, pagelaran musik klasik, hingga opera kerap ditampilkan sebagai sarana hiburan yang mengasyikan. Hingga saat ini pertunjukan seni seperti itu masih sering diadakan di Inggis. Sehingga membuat negara ini memiliki tempat pertunjukan seni yang menakjubkan. Setiap kali pertunjukan seni digelar masyarakat Inggris akan memenuhi tempat pertunjukan untuk dapat menyaksikan berbagai pertunjukan yang mengesankan. Tempat pertunjukannya pun sengaja dibuat dengan indah agar para penikmat seni bisa merasa nyaman ketika memasukinya. Berikut ini adalah teater Seni paling megah yang ada di Inggris.

  1. Shakespeare Globe Theater
    Teater seni yang pertama adalah Shakespeare Globe Theater. Teater seni yang satu ini terletak di Soutwark tepatnya di di tepi sungan Thames. Tempat ini dulunya merupakan tempat favorit untuk penulis legendaries Inggris bernama Shakespeare untuk menulis naskah drama yang digarapnya. Kini Shakespeare Globe Theater menjadi salah satu teater seni termegah yang ada di Inggris dan wajib untuk dikunjungi. Teater seni merupakan area terbuka yang digunakan sebagai tempat bermain serta berlatih drama. Selain itu Shakespeare Globe Theater memiliki sarana yang lengkap yang bisa dijadikan sebagai media dalam mempelajari seni pertunjukan di negara tersebut.
  2. Open Air Theater
    Tetaer seni paling megah yang kedua adalah Open Air Theater. Sama seperi namanya yang memiliki arti udara terbuka, teater seni yang satu ini juga memang dibangun di alam terbuka yang membuatnya terkesan menjadi tempat pertunjukan yang unik. Open Air Theater berlokasi di Regent’s Park, London, Inggris dan menjadi salah satu tempat pertunjukan seni dengan kapasitas 1.240 kursi. Sehingga membuat teater seni ini menjadi menjadi salah satu tempat pertunjukan seni terbesar yang ada di Inggris. Para pengunjung pun bisa menikmati pertunjukan di alam terbuka sehingga dapat meninggalkan kesan yang lebih bermakna. Selain itu di Open Air Theater juga disediakan aneka makanan dan minuman untuk para pengunjung.
  3. Royal Opera House
    Gedung pertunjukan seni yang megah lainnya adalah Royal Opera House yang terletak di Covent Garden, London, Inggris. Tempat pertunjukan yang satu ini biasa digunakan untuk pagelaran opera dan juga ballet. Royal Opera House dibangun pada tahun 1732 pun menjelma menjadi salah satu tempat pertunjukan yang mewah dengan segala ornament yang menghiasinya. Ada banyak pertunjukan opera yang ditampilkan di Royal Opera House. Selain itu Royal Opera House pun memiliki kapasitas yang cukup besar dan mampu menampung hingga 2.500 petonton untuk setiap pertunjukannya. Pertunjukan opera ataupun ballet yang digelar di Royal Opera House selalu dibanjiri banyak .

Itulah daftar teater seni paling megah yang ada di Inggris. Negara tersebut memang memiliki warisan seni pertunjukan yang begitu dinamis. Tak heran jika tempat pertunjukan yang ada di Inggris memiliki bangunan yang megah dan mampu menampung banyak orang. Mulai dari opera hingga penampilan musik klasik merupakan salah satu kebudayaan yang masih dilestarikan hingga saat ini. tempat-tempat pertunjukan seni tersebut pun hingga kini masih beroperasi dan mampu menjadi magnet pariwisata. Banyak orang yang rela menonton pertunjukan seni di tempat-tempat tersebut dan menikmati sajian pertunjukan seni yang menakjubkan. Tak hanya itu saja bangunannya pun memiliki tampilan yang sangat megah dan mampu menghipnotis banyak mata yang melihatnya.

Pertunjukan Seni yang Pernah Digelar Di Royal Albert Hall

Pertunjukan Seni yang Pernah Digelar Di Royal Albert Hall

Pertunjukan Seni yang Pernah Digelar Di Royal Albert Hall – Royal Albert Hall merupakan salah satu tempat pertunjukan kesenian yang berlokasi di South Kensington, Westminser, London, Inggris. Tempat pertunjukan yang satu ini terkenal ketika ia mengadakan sebuah acara konser prom musim panas yang digelar berkala setahun sekali sejak tahun 1941. Hingga kini Royal Albert Hall telah menggelar banyak sekali pertunjukan seni yang telah disaksikan oleh ribuan orang. Royal Albert Hall sendiri memiliki kapasitas yang sangat banyak karena memiliki 5.272 kursi di dalamnya. Bangunan ini telah menjadi saksi berbagai pertunjukan seni yang memukau dan memikat hati para penontonnya.

Inggris merupakan salah satu negara yang sangat kental dengan berbagai pertunjukan seni klasik. Di negara tersebut banyak pertunjukan seni yang digelar di tempat-tempat pertunjukan seni seperti salah satunya di Royal Albert Hall . mulai dari pertunjukan teater drama, pertunjukan konser music klasik, serta penampilan opera kerap menjadi sarana hiburan yang menyenangkan bagi warga Inggris sejak zaman dahulu. Tak heran rasanya jika berkunjung ke Inggris anda akan menemukan banyak sekali tempat pertunjukan seni dengan arsitektus yang megah seperti yang dimiliki oleh Royal Albert Hall . pertunjukan seni klasik merupakan salah satu warisan berharga yang dimiliki oleh Inggris. Oleh sebab itu Royal Albert Hall terus menggelar pertunjukan seni klasik untuk menarik perhatin banyak orang. Berikut ini adalah pertunjukan kesenian yang pernah digelar oleh Royal Albert Hall yang wajib anda ketahui.

  • Royal Choral Society
    Pertunjukan seni pertama yang pernah digelar di Royal Albert Hall adalah Royal Choral Society. Pertunjukan seni ini merupakan salah satu pertunjukan regular terpanjang yang pernah digelar oleh Royal Albert Hall. Setelah sukses dengan pertunjukan yang bertajuk Royal Choral Society pada tahun 1872, kemudian pada tahun 1878 Royal Albert Hall pun membuat sebuah pertunjukan tahunan untuk gelaran acara Jumat Agung yang dipegang oleh Messiah. Pertunjukan kesenian ini sukses menarik perhatian dari banyak orang dan dihadiri oleh ribuan orang setiap tahunnya.
  • BBC Proms
    Gelaran pertunjukan seni lainnya yang pernah digelar di Royal Albert Hall adalah BBC Proms atau konser Promenade BBC. Pertunjukan ini merupakan acara tahunan yang digelar pada musim panas dan menampilkan pertunjukan konser music klasik yang sangat meriah. Setelah perang dunia II pertunjukan prom terus digelar di Royal Albert Hall dan sukses menarik perhatian banyak orang. Pada tahun 2009 jumlah pertunjukan proms yang pern ah digelar di Royal Albert Hall telah mencapai 100 pertunjukan untuk kali pertama. The Proms pun diganggap sebagai salah satu pertunjukan terbesar yang pernah digelar di inggris. Dari semua acara permainan di situs judi online terpercaya Indonesia yang pernah digelar oleh The Proms, maka acara tersebut merupakan salah satu acara yang paling populer dan paling terkenal.
  • Pertunjukan Ballet
    Sejak tahun 1998 pertunjukan Balet nasional Inggris telah digelar di beberapa tempat. Salah satunya adalah Royal Albert Hall ini. tarian ini memang sangat populer terutama bagi kalangan elite di Eropa. Tarian balet sendiri merupakan sebuah pertunjukan kesenian yang pertama kali dikembangkan oleh kaum elite di Prancis. Namun seiring berjalannya waktu tarian balet semakin populer dan mulai dikembangkan juga dinegara lainnya. Tak hanya itu saja pertunjukan balet pun selalu dipenuhi oleh banyak penonton. Bahkan ketika pertunjukan balet nasional inggris di pertontonkan oleh Royal Albert Hall pun sukses menarik perhatian banyak orang dan pertunjukanya pun disambut dengan baik.

Melihat Kemegahan Britania Raya dari Gedung-Gedung Pertunjukannya

Melihat Kemegahan Britania Raya dari Gedung-Gedung Pertunjukannya

Melihat Kemegahan Britania Raya dari Gedung-Gedung Pertunjukannya – Inggris merupakan salah satu negara maju terkuat di dunia saat ini. Inggris juga merupakan negara yang cukup dapat merpresentasikan kemajuan yang dicapai era modern hampir di segala sisi. Sebut saja dari sisi teknologi, militer, ekonomi, pemerintahan, dan lain-lain menggambarkan betapa maju dan modernnya Britania Raya ini. Dilihat dari kacamata modern, Inggris memang pantas disebut sebagai salah satu negara paling maju saat ini.

Namun, ada pendapat lain yang mengatakan bahwa maju mundurnya atau pencapaian sebuah komunitas semacam negara tidak melulu dipandang dari kecanggihan teknologinya, perkembangan ilmu pengetahuannya, keampuhan tata pemerintahnya, atau kekuatan ekonominya saja. Pendapat tersebut justru mengatakan bahwa pencapaian sebuah komunitas negara dapat dilihat dari sejarah dan perkembangan budaya di tengah masyarakat negara itu sendiri.

Negara Inggris memang memiliki pengaruh yang besar terhadap perkembangan dunia sejak berabad-abad yang lalu. Inggris atau yang juga sering disebut Britania Raya juga merupakan salah satu negara modern yang masih mempertahankan Kerajaan di dalam sistem kenegaraan dan pemerintahan modern. Saat ini sistem pemerintahan Inggris menganut sistem parlementer. Namun, di sisi lain Kerajaan Britania Raya tetap eksis dan ratunya masih diakui sebagai kepala negara dan simbol negara. Sejarah kerajaan Britania Raya memang panjang, jadi tidak mengherankan jika Inggris sampai saat ini masih sangat kental dengan nuansa kebudayaannya. Dengan kentalnya kebudayaan mereka inilah, lahir berbagai kesenian di sana. Salah satu yang paling menonjol dari kesenian Inggris adalah seni pertunjukannya. Sangat banyak seniman pertunjukkan yang lahir di negeri Britania tersebut. Salah satunya yang paling terkenal luas di seluruh dunia adalah William Shakespeare dengan salah satu karya pertunjukkannya berjudul Romeo dan Juliet yang masih banyak dipentaskan di seluruh dunia hingga kini.

Kemunculan seniman-seniman di Inggris juga diiringi dengan dibangunnya gedung-gedung pertunjukkan. Tren seperti ini telah berjalan berabad-abad lamanya.

Berikut ini adalah beberapa bangunan gedung pertunjukkan di negara Inggris.

– Royal Albert Hall
Gedung pertunjukkan ini sebelumnya bernama The Center Hall of Art and Science. Kemudian pada era Ratu Victoria diganti namanya menjadi Royal Albert Hall oleh sang ratu sendiri untuk menghormati mendiang suaminya, yaitu Prince Albert.

Royal Albert Hall terletak di London, tepatnya di kota Westminster. Gedung ini merupakan salah satu gedung pertunjukkan terbesar dimana kapasitas penontonnya mencapai delapan ribu orang.

– Royal Opera House
Berada di Covent Garden, kota Londo, Royal Opera House merupakan gedung pertunjukkan termegah di seluruh Britania Raya. Gedung ini dibangun pada tahun 1732 dengan arsitektur yang menakjubkan dan sangat megah. Pertunjukkan pertama yang dipentaskan di gedung ini adalah Pertunjukkan tari ballet. Setelah itu baru banyak pertunjukkan opera mulai diselenggarakan. Royal Opera House dapat menampung sekitar 2500 penonton.

– Open Air Theatre
Open Ar Theatre mungkin adalah tempat pertunjukkan paling unik di Britania Raya. Pasalnya sesuai dengan namanya, tempat pertunjukkan ini benar-benar berada di ruang terbuka. Tepatnya berada di Regent’s Park, kota London, Open Air Theatre dikelilingi oleh pepohonan yang banyak tumbuh di sana. Tempat ini juga memiliki kapasitas penonton mencapai 1240 orang.

Selain menonton pertunjukkan yang diselenggarakan di Open Air Theatre, para penonton juga disuguhi pemandangan alam terbuka yang indah. Penonton juga dapat merasakan nuansa sejuk dan hembusan angin taman yang tidak bisa mereka dapatkan di gedung-gedung pertunjukkan pada umumnya.