4 Grup Teater bakal Tampil di Helateater Salihara 2021

4 Grup Teater bakal Tampil di Helateater Salihara 2021 – Helateater Salihara kembali hadir tahun ini. Mini festival dua tahunan ini menampilkan seniman teater Indonesia dengan berbagai tema dan bentuk pertunjukan.

4 Grup Teater bakal Tampil di Helateater Salihara 2021

playhouseharlow – Festival ini pertama kali diadakan pada tahun 2013. Kelompok seperti Teater Mandiri (Indonesia), Teater (Bandar Lampung), dan Teater Garasi (Yogyakarta) berpartisipasi dalam resepsi Helateater. Sejak tahun 2018, mulai mengadakan undangan terbuka untuk memberikan peluang bagi berkembangnya seni teater generasi baru di Indonesia.

Dikutip dari republika, Helateater Salihara 2021 dengan tema “Back to Theatre”. Lewat cara ajakan terbuka, Salihara menawarkan diskusi bagi calon pelaku digital untuk membuat karya yang telah ditampilkan secara offline maupun online.

Baca juga : Teater Seni Paling Megah di Inggris

Tema “Repeat Theatre” mengajak para calon performer untuk menemukan kemungkinan pertunjukan teater yang melihat perspektif virtual, bukan sekedar acara rekaman. Melalui proses undangan terbuka, Salihara memilih empat grup terbaik untuk tampil di Rumah Sakit Salihara 2021 dari 20 proposal yang diterima dari seluruh Indonesia. Mereka adalah Sanggar Patdongi (Makassar), Teater Petra (Jakarta), dan Komunitas Sakatoya (Yogyakarta). Salah satu pemainnya merupakan bintang tamu asal Meksiko, yakni Fortuna Creative Collective.

Sanggar Patdongi (Makassar) menceritakan kisah sosial politik Kahar Muzakkar dengan konsep dunia roh dalam penggalan pendek I Lagaligo, sebuah naskah epik berbahasa Bugis kuno. Menggunakan unsur teknologi dalam pementasan, karya yang berjudul “(Revisi: 3 Februari 1965) _Gula dari Bawah Saji_Final_FIX” ini menampilkan ketegangan antara sejarah dan mitos, Islam dan agama lokal, spiral dan perpecahan dunia, masa kini dan masa lalu, dan kemudian. .

Teater Petra (Jakarta) menjadikan “Revolusi Domba-Domba” karya B Soelarto sebagai film hitam putih. Dengan mempertahankan kekuatan aktingnya, ia juga menggunakan teknik pengambilan foto tunggal menggunakan beberapa kamera, serta menciptakan bentuk visual karyanya dengan proses editing yang ketat.

Komunitas Sakatoya (Yogyakarta) mempersembahkan “Kulawarga Seneng”, sebuah pertunjukan teater khusus di lokasi yang membutuhkan partisipasi penonton sebagai sebuah drama. Dia menggunakan platform media sosial sebagai bagian dari panggung teater; mencoba memberi makna baru pada diktum ‘di sini dan sekarang’ yang telah menjadi klasik di teater.

Bintang tamu Fortuna Creative Collective (Meksiko) mempersembahkan “La Alacena” (dalam lemari) atau dalam bahasa Indonesia berarti lemari. Karya ini adalah dokumenter mini tentang María Izquierdo, seorang pelukis penting Meksiko. Acara ini mengeksplorasi bahasa visual dan teater boneka dari benda sehari-hari, kertas, bayangan (boneka) hingga mainan, acara ini sekalian mempromosikan kita pada tokoh-tokoh inklusif, revolusi, sejarah, gerakan seni muralisme, perkembangan seni baru di Meksiko.

“Kami benar-benar tidak sabar untuk menonton teater di ruang pertunjukan, merindukan suasana yang dekat di atas panggung, merasakan komedi dan ironi, serta mendengarkan suara tawa dan keheningan,” kata Salihara.

Menurut Salihara, pemain keempat Helateater Salihara 2021 ini sangat ingin memberikan sensasi baru menikmati teater di masa wabah saat ini. Bahkan dari layar, Helateater Salihara tetap memberikan suasana menonton teater. Salihara Helateater 2021 dapat disaksikan pada 20 dan 27 Maret 2021 serta 3 dan 4 April 2021 di kanal Youtube Pusat Kesenian Salihara.

Empat aktor berani beradaptasi dalam menyelenggarakan Teater Salihara 2021. Di antaranya adalah Studio Patdongi dari Makassar yang mengambil narasi sosio-politik Kahar Muzakkar dengan konsep spirit dalam karya pendek I Lagaligo atau manuskrip epik Bugis Kuno.

Dari Jakarta ada Teater Petra yang mengadaptasi Revolusi Domba B. Soelarto menjadi film hitam putih.

Komunitas Sakatoya Yogyakarta menampilkan Keluarga Bahagia menggunakan konsep khusus lokasi. Pertunjukan membutuhkan partisipasi penonton sebagai sebuah drama.

Baca juga : Terbaik dari Teater Musim Panas 2021, ‘Merry Wives’ hingga ‘Seven Deadly Sins’

Namun khusus untuk Helihater Salihara 2021, Komunitas Sakatoya menggunakan platform media sosial sebagai bagian dari pertunjukan.

Aktor keempat adalah bintang tamu dari Meksiko, Fortuna Creative Collective. Ia mempersembahkan karyanya yang berjudul La Alacena (Lemari) atau dalam bahasa Indonesia artinya Lemari.