Gedung Teater Termegah Hingga Gedung Pertunjukkan Terbuka di Inggris

Gedung Teater Termegah Hingga Gedung Pertunjukkan Terbuka di Inggris – Dunia pertunjukkan neniliki daya tarik bagi kebanyakan orang. Jenis kesenian ini biasanya membutuhkan ruangan khusus untuk menggelar pertunjukkan. Ruangan itu biasanya terbagi menjadi tiga bagian, yaitu panggung, ruang persiapan atau backstage, dan ruangan untuk audience atau penonton. Ruangan tempat berlangsungnya berbagai pertunjukkan itu biasa disebut sebagai gedung pertunjukkan atau gedung teater. Biasanya berbentuk bangunan yang cukup besar karena untuk menampung banyak orang.

Penyebutan gedung teater sendiri masih sering dipahami secara rancu oleh sebagian orang. Terdapat sebagian orang yang memahami istilah teater sebagai salah satu cabang kesenian pertunjukkan yang sepadan dengan seni drama maupun seni sandiwara. Maka dari itu mereka menganggap gedung teater adalah tempat yang secara khusus menampilkan pertunjukkan seni drama saja. Padahal istilah teater sebenarnya mencakup semua jenis kesenian pertunjukkan, seperti seni tari, seni musik, seni drama itu sendiri, dan lain-lain. Jadi gedung teater lebih merujuk kepada kesenian pertunjukkan secara umum.

Dalam artikel ini, akan dibahas beberapa gedung teater yang terdapat di negara Inggris, dimana seorang seniman pertunjukkan besar seperti William Shakespeare lahir dan mengembangkan karyanya.

Yang pertama, tentu saja adalah Shakespeare Globe Theatre. Gedung teater ini memiliki sejarah yang sangat erat kaitannya dengan proses berkesenian William Shakespeare. Tempat ini merupakan tempat favoritnya untuk berlatih drama, menggelar pertunjukkan, dan bahkan naskah-naskah terkenalnya banyak yang ia tulis di tempat ini. Berlokasi di daerah Southwark, di tepi aliran sungai Themes, gedung ini berdiri. Pada awalnya gedung ini didirikan menggunakan kontruksi kayu, namun setelah beberapa kali mengalami perombakan sudah terjadi banyak perubahan. Meskipun begitu, pihak pengelola gedung selalu berusaha mempertahankan keaslian bangunannya seperti ketika dulu dibangun oleh William Shakespeare dan kawan-kawannya. Saat ini Shakespeare Globe Theatre tidak hanya menjadi tempat pertunjukkan saja, namun juga terdapat tempat latihan drama terbuka dan telah dibuka tour wisata untuk umum melihat tapak tilas William Shakespeare. Jadi tempat ini selalu ramai oleh pengunjung dan para pengagum William Shakespeare setiap harinya.

Selanjutnya adalah Royal Opera House yang berada di kota London, tepatnya di Covent Garden. Memiliki kapasitas 2500 penonton, Royal Opera House menjadi salah satu gedung teater termegah di Inggris. Gedung teater ini pertama kali dibangun pada tahun 1732 dan pada awalnya bernama Theatre Royal. Pertunjukkan pertama yang digelar di gedung ini adalah pertunjukkan tari ballet setelah dua tahun bangunan ini didirikan.

Kemudian masih berada di kota London juga, terdapat gedung pertunjukkan bernama Royal Albert Hall. Bangunan ini tepatnya berada di kota Westminster, London. Sebelum bernama Royal Albert Hall, gedung ini memiliki nama The Central Hall of Arts and Science. Kemudian pada masa kepemimpinan Ratu Victoria diubah namanya menjadi Royal Albert Hall. Perubahan nama ini dilakukan untuk menghormati mendiang suami sang ratu yang bernama Prince Albert. Royal Albert Hall memiliki kapasitas penonton mencapai sekitar 8000 orang. Namun demi keamanan dan ketertiban dalam Gedung teater ini, kapasitasnya dibatasi sampai 5500 orang saja.

Yang terakhir, ada Open Air Theatre. Memiliki kapasitas penonton sebesar 1240 orang, gedung ini berada di alam terbuka di area Regent’s Park, kota London. Open Air Theatre adalah gedung pertunjukkan yang unik karena dibuat menjadi tempat terbuka tanpa atap. Dulunya sebelum di bangun Open Air Theatre, tempat ini merupakan bekas Casino termegah yang dibangun oleh  dan pernah menjadi Casino yang paling terkenal di London serta Casino ini banyak di kunjungi oleh banyak wisatawan mancanegara maupun internasional.

Selain dapat menikmati pertunjukkan seni yang digelar, penonton dapat pula menikmati alam sekitar yang banyak dikelilingi pohon-pohon ketika

Jenis, Unsur Dari Sebuah Teater

Jenis, Unsur Dari Sebuah Teater – Mendengar kata “teater” adalah hal lain yang dipikirkan kebanyakan orang tentang pertunjukan, drama, atau cerita.

Jenis, Unsur Dari Sebuah Teater

playhouseharlow – Drama merupakan salah satu bentuk kesenian yang sangat digemari masyarakat. Seni pertunjukan teater biasanya melibatkan beberapa orang yang bercerita melalui permainan peran.

Menurut serupa.id, istilah teater memiliki beberapa pengertian. Definisi pertama adalah gedung atau ruangan tempat pemutaran film, drama, dll. Dalam hal ini yang dimaksud teater berarti tempat.

Definisi kedua adalah ruangan besar dengan deretan kursi di sisi dan belakang ruang kelas untuk perkuliahan atau presentasi ilmiah. Dalam definisi ini, teater juga diartikan sebagai tempat.

Definisi ketiga dari istilah teater adalah teater sebagai pertunjukan artistik atau profesional; seni pertunjukan; drama teater. Oleh karena itu, dalam definisi ketiga, istilah drama merujuk pada aktivitas kesenian.

Dalam bahasa Inggris, kata teater disebut “teater”, dan dikaitkan dengan tempat pertunjukan atau teater. Drama sedikit berbeda dengan drama. Drama adalah pertunjukan, dan drama adalah naskah untuk ditampilkan.

Bisa juga dikatakan bahwa teater adalah salah satu bentuk visualisasi dramatis yang ditampilkan di atas panggung dan disaksikan oleh banyak aktor. Unsur unsur teater Sebagai sebuah pertunjukan, teater memiliki beberapa elemen yang membentuk pertunjukan itu sendiri. Beberapa elemen tersebut adalah:

Baca juga : Perkembang Seni Theater Modern Di Indonesia

1. Skenario Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, adegan mengacu pada drama atau rencana film yang berupa detail adegan tertulis. Artinya program tersebut berupa deskripsi tertulis atau story plan. Namun, di beberapa program, beberapa program tidak menggunakan skema alias secara spontan. Dalam pertunjukan spontan, kemampuan improvisasi aktor harus sangat baik, sehingga dapat menyampaikan isi cerita dengan baik.

2. Staf produksi Staf produksi ini adalah elemen yang sangat penting. Tugas staf produksi adalah memberikan tugas kepada personel lain yang berpartisipasi dalam teater. Selain itu, staf produksi juga dapat menentukan anggaran, fasilitas, dan rencana kerja.

3. Pemeran Pemain Ya itu! Tentunya teater membutuhkan aktor untuk menyampaikan jalan cerita dalam bentuk aksi di atas panggung. Bagaimana teater bekerja tanpa aktor?

4. Sutradara Sutradara adalah salah satu elemen terpenting dalam teater. Plot pertunjukan teater diatur oleh seorang frater.

5. Properti Properti merupakan perlengkapan yang biasanya digunakan untuk melengkapi penampilan para aktor dalam pertunjukan teater. Dengan atribut ini, isi cerita lebih mudah diceritakan. Nuansa pemandangan yang sebenarnya lebih jelas.

6. Desainer Desainer biasanya bertanggung jawab untuk mengelola properti, mode, dll.

7. Crew Crew adalah pemegang departemen dari subdivisi yang dipegang oleh desainer.

Teater! Hanya dengan mendengar kata ini, orang bisa membayangkan keseruan dari setiap pertunjukan. Teater adalah salah satu “tontonan” yang sayang untuk dilewatkan. Bagi yang menonton teater, menonton teater bisa menghilangkan stres dan kepenatan.

Apalagi bagi orang yang aktif sepanjang hari, menonton sebuah cerita dalam sebuah pertunjukan teater bisa membuat penontonnya untuk sementara melupakan masalah-masalah dalam hidup.

Tetapi apakah teater hanya berguna sebagai media hiburan? Oh, tentu tidak! Seni drama adalah seni yang melibatkan banyak orang. Tentunya seni teater akan membawa berbagai manfaat dan fungsi yang berbeda bagi setiap orang.

Fungsi dan manfaat teater bagi penonton belum tentu sama dengan fungsi dan manfaat para pelakunya. dan sebaliknya. Fungsi pertunjukan teater sebagai sebuah pertunjukan, teater tentunya dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu.

Seperti disebutkan sebelumnya, fungsi teater dapat berbeda dari individu ke individu. Berikut adalah berbagai fungsi yang diimplementasikan oleh teater:

1. Sebagai sarana hiburan Sebagai karya seni dalam bentuk mendongeng, drama dapat digunakan sebagai sarana untuk menghibur diri sendiri. Alur cerita yang disampaikan di dalamnya bisa membuat yang menyaksikan untuk sementara melupakan masalah yang mereka rasakan. Saat menyaksikan aksi aktor andal di atas panggung, penonton akan ketagihan dan terhibur.

2. Sebagai petunjuk ekspresi Ya itu! Pertunjukan teater adalah cara para aktor untuk mengekspresikan diri, menunjukkan bakat mereka, dan terlibat dalam hobi. Aktor yang bermain peran pasti akan mencoba membuat animasi dan mendemonstrasikan kemampuannya dengan baik di atas panggung. Dengan cara ini, bakatnya akan dihargai.

3. Sebagai cara untuk meningkatkan rasa percaya diri Tidak mudah untuk tampil di depan banyak orang. Namun, ketika seseorang terbiasa tampil di depan umum, orang tersebut merasa lebih percaya diri. Pertama-tama, tidak mudah untuk menceritakan sebuah cerita dalam sebuah pertunjukan teater.

Tidak semua orang bisa langsung beradaptasi dengan panggung. Namun, setelah terbiasa tampil di atas panggung untuk sebuah pertunjukan teater, para performer tentunya akan semakin percaya diri dan terbiasa menghadapi perhatian penonton.

4. Sebagai nasehat pendidikan Pertunjukan teater biasanya membawa dongeng moral, dengan harapan dapat mempengaruhi orang yang menonton pertunjukan tersebut. Selain fungsi di atas, dikatakan bahwa dari sumbernya, fungsi pertunjukan teater lainnya adalah sebagai hadiah. Konon orang Yunani menggunakan drama sebagai sarana persembahan untuk dewa Dionysus dan Apollo.

Apakah teater merupakan kata yang asing di telinga kebanyakan orang? Bagi kebanyakan orang, terutama penikmat seni, drama sepertinya bukan kata yang asing. Drama telah menjadi salah satu karya seni dari penulis populer, dan telah menjadi salah satu program yang wajib dilihat bagi mereka yang mencintai seni.

Sebagai seni yang identik dengan nilai keindahan, teater telah menjadi sarana hiburan yang dapat menghilangkan kepenatan sebagian orang. Dengan menyaksikan cerita-cerita unik yang disampaikan oleh para aktornya dan tenggelam dalam cerita-cerita di atas panggung teater, maka beban aktivitas di siang hari akan berkurang.

Secara garis besar pengertian teater adalah semua peran dan adegan yang diperlihatkan kepada penonton di atas panggung. Sedangkan seni drama diartikan sebagai adegan yang menampilkan kisah hidup seseorang. Menurut naskah penulis, cerita tersebut disajikan kepada banyak orang di atas panggung.

Teater adalah sebuah karya seni. Karya seni itu sendiri memiliki banyak bentuk. Semakin kreatif setiap seniman maka semakin banyak pula perubahan pada karya seni yang ditampilkan. Begitu pula dengan jenis teater yang ada. Jenis teater yang umum adalah:

1. Teater Dramatik Teater jenis ini memang memperhatikan detail lokasi dan latar cerita yang akan ditampilkan. Teater semacam ini berusaha menyampaikan isi cerita dengan cara yang sangat otentik. Teater dramatis semacam ini jarang berimprovisasi.

2. Teater Musikal Teater ini sama menariknya dengan teater drama. Dalam pertunjukan musik tersebut, penonton akan melihat para pengisi acara menyanyi dan menari. Teater semacam ini merupakan kombinasi dari pertunjukan, musik dan tarian.

3. Teater Boneka Berbeda dengan jenis teater lainnya, teater boneka bukanlah teater untuk pertunjukan manusia. Seperti namanya, teater boneka merupakan teater yang dimainkan oleh boneka yang bergerak manusia.

4. Teater Wayang Kulit Wayang kulit merupakan warisan budaya yang bisa dibanggakan. Wayang kulit juga bisa menjadi salah satu teater tempat pertunjukan Wayang kulit. Teater Wayang kulit tentunya menggunakan wayang kulit sebagai aktor dalam pertunjukannya. Wayang kulit tentu tidak bisa bergerak sendiri, melainkan digerakkan oleh Darang yang terampil.

5. Teater Bergerak Tidak jauh berbeda dengan teater umum. Teater semacam ini juga merupakan program yang dibawakan oleh para pemain profesional. Namun, teater lebih memperhatikan ekspresi wajah. Bahkan dalam teater jenis ini, unsur dialog harus dihilangkan sebanyak mungkin.

Nah, apakah teater ini bisa menyerupai pantomim? Karenanya, teater jenis ini mudah ditemukan. Ada jenis teater yang lain, yaitu bentuk-bentuk kreatif dan kolaborasi dengan jenis seni lain.

Naskah drama yang lengkap dan menginspirasi akan sangat mendukung keberhasilan pertunjukan teater. Naskah teater sendiri terbagi menjadi banyak jenis, mulai dari naskah teater pendek, naskah teater panjang hingga tema yang berbeda-beda.

Beberapa teater yang sering dipamerkan di lembaga pendidikan antara lain teater pendidikan, teater persahabatan, dan teater Inggris. Faktanya, tidak peduli teater mana yang ingin Anda hadiri, sukses atau tidaknya teater ditentukan oleh naskah teater.

Bagi orang yang ingin menulis sebuah naskah dialog teater, berikut beberapa teknik dasar pembuatan teks naskah teater, dengan harapan dapat menjadi referensi bagi yang membutuhkan.

Pertunjukan drama sering kali bercerita. Kedua manuskrip tersebut merupakan karya penulis skenario luar dan dalam negeri. Namun selain menggunakan skrip yang sudah ada, kita juga bisa membuat skrip teater sendiri.

Untuk membuat naskah teater kita sendiri, kita dapat mengambil beberapa langkah. Kita bisa memilih tema cerita atau ide cerita dari pengalaman pribadi dan pengalaman orang lain.

Baca juga : WWE Tough Enough, Asosiasi Pegulat Wanita

Kita bisa mengamati kehidupan orang-orang di sekitar kita untuk mendapatkan ide-ide cerita. Pengamatan tersebut dapat dilakukan secara langsung maupun tidak langsung. Pengamatan langsung dilakukan dengan mendekati langsung kejadian tersebut.

Pengamatan tidak langsung dilakukan dengan memperoleh informasi tentang peristiwa dari majalah, surat kabar atau berita TV. Setelah mendapatkan tema atau ide cerita, langkah selanjutnya adalah menentukan peran cerita.

Ciri cerita adalah objek yang menemui konflik dalam subjek yang kita peroleh. Tokoh-tokoh dalam cerita memiliki informasi fisiologis, sosiologis dan psikologis yang lengkap.

Selain kondisi fisik, usia dan mata pencaharian, kepribadian juga harus ditentukan. Setelah menentukan semua peran dalam cerita, kita bisa menentukan tahapan cerita, dari tahap elaborasi, tahap kompleks, tahap klimaks, tahap penyelesaian hingga pengambilan keputusan. Setelah plot selesai, setiap karakter yang mengalami konflik akan memulai dialog. Dialog teks dapat membuat perbedaan antara monolog dan dialog.

Perkembang Seni Theater Modern Di Indonesia

Perkembang Seni Theater Modern Di Indonesia – Seni drama adalah salah satu seni tertua yang masih ada hingga saat ini. Bahkan dengan banyaknya serangan terhadap film dan sinetron yang disiarkan melalui media elektronik, peminat teater akan selalu ada.

Perkembang Seni Theater Modern Di Indonesia

playhouseharlow – Seni menampilkan pertunjukan teatrikal tentang tingkah laku kehidupan manusia melalui dialog dan pertunjukan, serta secara langsung membuat mereka aktif di atas panggung melalui berbagai tarian dan lagu serta disaksikan oleh penonton akan memberikan efek yang lebih mengharukan.

Tapi tahukah Anda proses yang dibutuhkan untuk membawa seni teater ke panggung pertunjukan? Proses dari awal yang diperlukan untuk sebuah pertunjukan teater adalah memilih naskah atau adegan yang memuat jalan cerita yang akan dieksekusi.

Pemilihan naskah teater sebenarnya ditentukan oleh jenis teater yang ingin ditampilkan, mulai dari teater teater, musikal, wayang, aksi, puisi, dan wayang kulit. Salah satu penulis naskah drama modern ternama asal Indonesia adalah Willibrodus Surendrea Barawa alias WS Rendra.

Dikutip dari kumparan, Beberapa karya teater terkenal yang menggunakan naskahnya antara lain “Bend Jalan”, “Seda” (1977) dan “Mastoden Dan Bron Gondo” (1972). Selain dikenal sebagai sosok yang berperan penting dalam drama, ia juga berkontribusi dalam perkembangan sastra Indonesia.

Proses selanjutnya adalah pemilihan aktor teater. Aktor teater akan memainkan peran dalam alur cerita. Tokoh-tokoh dalam cerita biasanya dibagi menjadi tokoh utama, oposisi, protagonis, protagonis dan juga aktor.

Protagonis memainkan peran penting karena merupakan protagonis dalam jalan cerita, yang selalu disorot dari awal hingga akhir. Beberapa aktor Indonesia yang sering memainkan peran utama antara lain Teguh Karya, Jose Rizal Manua, dll.

Baca juga : Sejarah Asal Muasal Dari Teater Era Romawi Berasal

Perbedaan antara peran protagonis, sudut berlawanan dan peran diagonal terletak pada peran yang dimainkan. Protagonis memiliki karakter yang baik, musuh yang buruk, dan protagonis yang bisa menjadi baik dan buruk. Pada saat yang sama, tugas tambahannya adalah membantu pemain lain yang menjadi aktor utama.

Proses untuk pemilihan naskah dan aktor dalam teater tidak lepas dari peran sutradara atau sutradara. Tanggung jawab sutradara sangat besar, dimulai dengan mencari skrip dan aktor, serta mengarahkan dan mempersiapkan para aktor agar bisa berakting sesuai dengan jalan cerita.

Bahkan sutradara bertanggung jawab untuk mempersiapkan staf dari tahap persiapan hingga pertunjukan. Salah satu sutradara teater terkenal dari Indonesia adalah Arifin C. Noer. Beberapa teater yang ia sutradarai, seperti Serangan Fajar (1982) dan Taksi (1990), meraih penghargaan sutradara terbaik.

Seperti namanya, teater merupakan tempat pertunjukan. Oleh karena itu, diperlukan persiapan yang matang agar venue dapat menggambarkan situasi sebenarnya. Proses pengaturan panggung biasanya dilakukan oleh kru sesuai dengan tugasnya masing-masing.

Staf panggung bertanggung jawab untuk mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan panggung, seperti dekorasi panggung, atribut pertunjukan, dan perlengkapan lainnya.

Staf properti bertanggung jawab untuk menyiapkan perlengkapan dan perlengkapan fisik yang diperlukan, seperti meja, kursi, dll. Staf pengaturan bertanggung jawab atas pengaturan panggung, riasan dan kostum para aktor dan pengaturan pencahayaan. Melihat banyaknya elemen yang digunakan dalam seni teater menunjukkan bahwa seni memang membutuhkan kerjasama dan persatuan dari semua pihak.

Tokoh Yang Telah Berperan Di Dalam Kemajuan Teater Modern Indonesia

Karakter memainkan peran penting dalam perkembangan teater modern di Indonesia-seni teater adalah seni yang secara gamblang dapat merefleksikan imajinasi masyarakat tentang tingkah laku biologis dan menyampaikannya dalam bentuk gerak tubuh atau pertunjukan.

Berawal dari pemanfaatan drama sebagai kegiatan yang mengiringi upacara keagamaan sakral, kini drama telah berkembang pesat menjadi sebuah karya seni yang menghibur banyak orang.

Sesuai dengan namanya teater, gedung pertunjukan, teater tersebut berangsur-angsur berkembang dari teater tradisional yang tidak menggunakan improvisasi skrip / spontan menjadi teater modern yang hidup dan lengkap.

Perkembangan dunia teater Indonesia tidak terlepas dari kontribusi para senimannya. Siapa yang berkontribusi pada perkembangan dunia teater Indonesia? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

WS Rendra adalah seorang tokoh dan juga sutradara yang telah memberikan kontribusi besar bagi perkembangan dunia teater Indonesia. Sejak lahir di Solo pada 7 November 1935, ia menimba ilmu di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan karena itu berkecimpung di dunia seni rupa.

Mulai dari menulis puisi, naskah drama, cerpen hingga esai sastra yang ia tulis saat masih muda. Bakat seni dan sastra yang luar biasa membuatnya menjadi salah satu seniman yang dianugerahi gelar Dr. Honoris Causa oleh UGM.

Berawal dari sastra dan seni, ia mulai terjun di bidang drama, dan pada tahun 1967 mulai mendirikan sanggar teater di Yogyakarta untuk menampung para pecinta teater. Berbagai drama sukses ia tulis, tampil dalam bentuk “Bend Jalan Man” (1854), “Bib Bob Lambart Rate” (1967), “SEKDA” (1977), dll.

Arifin Chairin Noer adalah seorang penulis naskah, penyair, penulis skenario dan sutradara asal Cirebon.Ia lahir pada tanggal 10 Maret 1941 dan meninggal karena kanker di Jakarta pada tanggal 28 Mei 1995.

Sejak SMP, karir seninya mulai menulis cerpen dan puisi. Selama menempuh pendidikan, ia juga mulai bergabung dengan perbendaharaan rombongan Rendra. Melalui kelompok ini, ia mulai menulis naskah dan mengarahkan naskahnya sendiri seperti Tengul, Kapai-Kapai, Madekur dan Tarkeni, serta Umang-Umang dan Sandek Pemuda.

Semasa kuliah, ia bergabung dengan Teater Muslim dan pindah ke Jakarta pada tahun 1968 untuk mendirikan Teater Kecil. Beberapa karyanya pernah meraih penghargaan di Festival Film Indonesia dan Piala Citra atas prestasinya sebagai sutradara dan penulis skenario terbaik.

Tokoh selanjutnya yang berperan dalam perkembangan drama Indonesia adalah Jose Rizal Manua. Penyair kelahiran 14 September 1954 di Padang ini memiliki dedikasi yang tinggi dalam memperkenalkan dunia drama kepada generasi muda.

Ia dikenal sebagai pendiri grup teater anak-anak, dan Teater Tanah Air telah meraih penghargaan di berbagai kompetisi lokal maupun internasional yang diikutinya. Bahkan grup teater yang dibangunnya memecahkan sebuah rekor muri dan menjadi grup teater dengan predikat penghargaan internasional yang terbanyak.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dengan segala prestasinya di bidang seni dan pengabdiannya di Grup Teater Indonesia, menganugerahinya penghargaan berupa Satya Lenccana Wirakarya pada tahun 2008.

Kontribusinya terhadap seni tidak hanya berhenti di dunia teater saja, dari tahun 1993 hingga 2009 ia memasuki dunia perfilman dengan judul film Indonesia, Inggris dan Belanda, seperti Oeroeg (1993), Brownies (2005), Gorden van Smaragd (1997), Fiksi (2008), dll.

Baca juga : Membuat Seni Kerts Lipat Berbentuk Bunga Mawar yang Cantik

Melihat Perkembangan Theater Modern Di Indonesia

Menelusuri perkembangan drama modern di Indonesia – Sejarah seni drama dimulai ketika masih diiringi dengan upacara adat atau keagamaan yang ada di suatu daerah. Beriringan dengan berjalannya waktu, fungsi dari teater mulai menjelma menjadi salah satu kegiatan hiburan paling legendaris di dunia saat ini.

Seni drama sendiri memuat adegan yang menampilkan kisah hidup seseorang dan ditampilkan langsung dari panggung ke publik berdasarkan naskah yang dihasilkan. Guna menghidupkan suasana teater, pentas panggung diiringi dengan berbagai tarian dan gerakan musik.

Tak heran jika teater menjadi salah satu pertunjukan yang ditunggu-tunggu oleh para pecinta seni. Sutradara memainkan peran penting di panggung teater. Kehadirannya penting dalam pemilihan aktor, produksi naskah, dan pertunjukan teater.

Salah satu sutradara teater modern Indonesia yang terkenal adalah Arief C. Noer. Pria yang kelahirannya dari Cirebon ini memang selalu dinantikan para pecinta teater dikarenakan kemampuannya berperan sebagai sutradara dan penulis skenario sudah tidak diragukan lagi.

Berbagai lakon dan film yang ia sutradarai pasti mempunyai cerita yang sangatlah menarik. Bahkan, beberapa dari karyanya juga pernah meraih penghargaan bergengsi, yakni piala gambar kategori film terbaik, sutradara terbaik, dan penulis skenario terbaik.

Aktor yang dipilih di panggung teater harus memiliki kemampuan akting yang baik dan penuh apresiasi. Aktor teater modern Indonesia telah dikenal banyak orang dan menjadi bintang film atau sinetron ternama, salah satunya Teguh Karya.

Nama asli pria ini adalah Steve Liem Tjoan Hok (Steve Liem Tjoan Hok), atau biasa disapa om Steve, lahir di Pandeglang, Jawa Barat. Sebelum menjadi penulis skenario dan sutradara, dia menghabiskan sebagian besar waktunya di teater dan industri film.

Teguh Karya telah muncul dalam banyak lakon dan judul film, seperti “Djendral Kantjil” (1958), “Mak Tjomblang” (1960)) dan “Ponirah Terpidana” (Ponirah Terpidana) (1985).

Meski menjadi seorang aktor tidak sekeren saat menjadi sutradara dan penulis skenario, banyak orang yang mengakui bahwa penampilannya sangat komprehensif dan mengharukan.

Teguh Karya memang merupakan pemeran terbaik dalam drama Indonesia modern. Sedangkan aktris paling terkenal di teater modern Indonesia adalah Ratna Sarumpaet. Perempuan kelahiran Tapanuli Utara ini terkenal lewat pementasan drama politik “Marsinah Menggugat”.

Dia mengambil peran ini sebagai langkah untuk menyelidiki pembunuhan Marsinah. Tidak ada titik terang yang ditemukan dalam kasus pembunuhan Massina, dan dia berjuang untuk yang lemah dan terpinggirkan di era orde baru. Sejauh ini, Ratna masih menjadi aktivis yang memperjuangkan demokrasi dan hak asasi manusia.

Kesuksesan pertunjukan teater tidak terlepas dari tata letak panggung yang menawan. Menyesuaikan tata letak panggung dengan alur cerita yang benar akan membingungkan penonton dan memungkinkan mereka untuk benar-benar menikmati keseruan panggung.

Tata letak panggung itu sendiri terdiri dari berbagai elemen, seperti dekorasi panggung, tata cahaya, properti, musik pengiring, dan juga penata rias. Perpaduan unsur-unsur tersebut akan dipadukan dengan kemampuan penampilan pemain untuk menghadirkan pertunjukan teater yang menarik berdasarkan cerita yang dimainkan.

Sejarah Asal Muasal Dari Teater Era Romawi Berasal

Sejarah Asal Muasal Dari Teater Era Romawi Berasal – Teater (bahasa Inggris: theater; Greek theater (??at???); French theater) merupakan salah satu seni role-playing (drama) yang menyajikan cerita kehidupan nyata di atas panggung.

Sejarah Asal Muasal Dari Teater Era Romawi Berasal

playhouseharlow – Alur cerita biasanya mengandung informasi moral yang tersirat dan dapat digunakan sebagai kehidupan pendengar Pelajaran.

Melansir dari superprof, Drama adalah salah satu cabang seni yang lahir pada periode Yunani klasik. Saat itu, sekitar 500 SM, para pendeta memainkan lukisan ini di atas altar, dan salah satu adegannya adalah upacara pengorbanan kepada dewa.

Hingga saat itu, bentuknya berubah pada masa Athena, dan pengorbanan digantikan oleh peran lawan, yang dihukum atas kemauan rakyat dan mati untuk semua. Teater tradisional banyak mengungkapkan kata-kata kearifan lokal, sehingga menjadi sarana pewarisan pengetahuan tentang kehidupan atau nilai-nilai kebaikan.

Teater dapat digunakan untuk hiburan dan forum pendidikan moral masyarakat. Drama merupakan link penting untuk membangun harmoni dalam hidup bersama. Ini termasuk hidup berdampingan dengan orang lain dari ras, bahasa, adat istiadat, dan agama yang berbeda di tempat kejadian.

Teater tradisional tidak memisahkan aktor dari penontonnya. Batas-batasnya kabur, sehingga penonton langsung bisa menjadi bagian dari tontonan itu kapan saja. Drama tradisional sangat erat kaitannya dengan ritual, adat istiadat, dan budaya setempat (termasuk bahasa daerah).

Kehidupannya masih terhubung dengan konsep “paguyuban” atau “kekeluargaan” yang disatukan melalui semangat gotong royong. Dalam drama tradisional, seni praktis, seni tari, seni musik dan seni suara masih dalam keadaan yang saling melengkapi.

Baca juga : The Ambassadors Theatre, Teater Berkelas Tempat Lawrence Olivier Debut

Sejarah Teater Romawi Berasal

Bentuk dari arsitektur teater Romawi dikaitkan dengan contoh kehidupan yang lebih terkenal di akhir abad pertama SM. Pada abad ketiga M, setelah negara beralih dari monarki ke republik, teater Romawi kuno dikenal sebagai periode praktik dan pertunjukan teater di Roma. Periode ini bahkan dapat ditelusuri kembali ke abad ke-4 SM.

Di era ini, teater biasanya dibagi menjadi jenis tragedi dan komedi, diekspresikan dalam bentuk bangunan dan lakon panggung tertentu, dan hanya disampaikan kepada penonton dalam bentuk hiburan dan kontrol.

Dalam hal penonton, orang Romawi lebih menyukai hiburan dan pertunjukan daripada tragedi dan drama, dan mengusulkan bentuk teater yang lebih modern, yang masih digunakan sampai sekarang.

Sejauh dalam menyangkut teater, “tontonan” telah menjadi bagian penting dari harapan sehari-hari orang Romawi. Hingga saat ini, Plautus, Terrance dan Seneca the Younger masih mempertahankan beberapa karya yang menyoroti berbagai aspek masyarakat dan budaya Romawi pada masa itu, termasuk perkembangan sastra dan drama Romawi.

Selama Republik Romawi dan Kekaisaran, itu adalah aspek penting dari masyarakat Romawi. Didirikan pada 753 SM, Roma adalah sebuah monarki otokratis di bawah kekuasaan Etruria, dan telah digunakan sampai sekarang selama dua setengah abad pertama keberadaannya.

Pada 509 SM, setelah raja terakhir Roma, Lucius Tarquinius (Lucius Tarquinius Superbus) atau “Proud Tarquinius” diusir, Roma menjadi sebuah republik, dan dipilih oleh rakyat Romawi. Pemimpin perdamaian dan juga keadilan.

Diyakini bahwa Teater Romawi ini lahir pada dua abad pertama di Republik Romawi, karena penyebaran kekuasaan Romawi di sebagian besar wilayah semenanjung Italia sekitar 364 SM.

Setelah terjadinya wabah melanda pada tahun 364 SM, selain upacara Lectisternium yang dilakukan untuk menenangkan para dewa, bangsa Romawi juga mulai mengikuti perlombaan drama.

Pada tahun-tahun setelah pembentukan adat ini, para aktor mulai menampilkan musik ini dan teks aksi yang selaras, sehingga mengadaptasi tarian dan pertunjukan ini ke dalam pertunjukan.

Dengan perkembangan Republik Romawi, orang-orang mulai memasukkan teater yang ditampilkan secara profesional ke dalam produk eklektik dari ludi (perayaan festival publik) yang diadakan setiap tahun, yang terbesar adalah Ludi Romani, yang diadakan setiap bulan September untuk memperingati festival tersebut.

Dewa Romawi Jupiter itu adalah bagian dari Ludi Romani pada 240 SM. Penulis dan penulis skenario Livius Adronicus adalah orang pertama yang menghasilkan terjemahan dari drama Yunani yang akan dibawakan di panggung Romawi.

Selain dari itu, sarjana Phyllakes juga menemukan vas yang menggambarkan karya komedi kuno (misalnya, drama Yunani “Aristophanes”), yang membuat banyak orang menyimpulkan bahwa komedi tersebut pada awalnya ditayangkan kepada penonton Italia (bahkan tidak dalam bahasa Latin).

Untuk orang Italia. Abad ke-4. Latin adalah bagian penting dari teater Romawi, yang membuktikan hal ini. Dari 240 SM sampai 100 SM, drama Romawi dimasukkan ke dalam periode drama sastra, di mana periode drama Yunani klasik dan pasca-klasik diadaptasi menjadi drama Romawi.

Dari masa 100 SM hingga sampai 476 M, Hiburan dari Romawi mulai tertarik pada atraksi sirkus, drama, dan pertunjukan pantomim, tetapi tetap mempertahankan minat pada pertunjukan teater.

Drama awal yang muncul sangat mirip dengan drama Yunani. Roma berperang dalam banyak perang, beberapa di antaranya terjadi di wilayah Italia, dan budaya Yunani memiliki pengaruh yang besar dalam hal ini.

Misalnya, Perang Punisia pertama di Sisilia (264-241 SM). Hubungan antara Yunani dan Roma pertama kali berawal dari munculnya dunia budaya Yunani.Di dunia ini, budaya Yunani menyebar lebih luas, Roma menaklukkan wilayah jajahan Mediterania dan mengembangkan politik.

Adaptasi telah menjadi sarana khas hubungan Yunani-Romawi. Roma terutama mengadopsi aspek-aspek budaya Yunani dan pencapaiannya, dan mengembangkan aspek-aspek ini menjadi sastra, seni, dan sains Romawi. Roma telah menjadi salah satu budaya Eropa paling awal yang mempengaruhi budayanya sendiri.

Dengan berakhirnya Perang Makedonia Ketiga (168 SM), Roma memperoleh lebih banyak kesempatan untuk mengunjungi seni dan sastra Yunani, serta masuknya imigran Yunani, terutama filsuf Stuttgart seperti “Slat The Box (168 SM) Marus dan bahkan filsuf Romawi buatan di Athena (155 SM) tertarik dengan bentuk filsafat baru.

Perkembangan yang terjadi pada awalnya diprakarsai oleh para penulis drama, yang merupakan orang Yunani atau semi-Yunani yang tinggal di Roma. Tradisi sastra teater Yunani dipengaruhi oleh orang Romawi, tetapi orang Romawi memilih untuk tidak mengadopsi tradisi ini sepenuhnya.

Akan tetapi memilih menggunakan bahasa daerah yang didominasi oleh bahasa Latin. Drama Romawi yang mulai dimainkan sebagian besar dipengaruhi oleh tradisi Etruria, terutama dalam hal pentingnya musik dan pertunjukan.

Beberapa Contoh Pertunjukkan di Teater Romawi:

1. Pertunjukkan Dari Tragedi Roma

Tragedi Roma awal tidak kehilangan untuk menarik perhatian orang, meskipun dipuji secara luas pada saat itu. Sejarawan mengetahui tiga tragedi awal-Ennius, Pakuvius dan Lucius Asius.

Aspek penting yang dapat membedakan tragedi dengan genre lain adalah realisasi dari paduan suara yang terdapat pada aksi-aksi di atas panggung ketika banyak tragedi terjadi.

Namun, sejak zaman Kekaisaran, dua tragedi telah bertahan, satu oleh penulis yang tidak dikenal dan yang lainnya oleh filsuf Stoic Seneca. Sembilan tragedi Seneca selamat, semua tragedi mengerikan (Snake atau Fabre cothurnata adalah tragedi Yunani Latin)

Seneca muncul dalam tragedi Octavia, yang merupakan satu-satunya contoh Fabula praetexta (tragedi berdasarkan tema Romawi, aslinya diciptakan oleh Naevius), jadi permainan itu disalahartikan sebagai Sene Card sendiri.

Akan tetapi, meskipun sejarawan kemudian menegaskan bahwa lakon itu bukan salah satu karya dari Seneca, dikarenakan penulis yang sebenarnya masih belum diketahui sampai sekarang.

2. Pertunjukkan Komedi

Semua komedi dari Romawi yang masih ada dapat diklasifikasikan sebagai fabula palliata (komedi berdasarkan tema Yunani) dan ditulis oleh dua penulis skenario: Titus Matthews Prautus (Plautus) dan Prilius Trentinus Afer (Terence). Fabula togata (komedi Romawi dalam latar Romawi) pun tak luput.

Penulis drama komedi Romawi membuat beberapa perubahan pada struktur karyanya sambil mengadaptasi repertoar Yunani agar sesuai dengan cinta penonton Romawi. Terutama, peran kunci paduan suara sebelumnya telah ditinggalkan dan dipecah menjadi plot yang berbeda.

Selain itu, musik pengiring telah ditambahkan untuk melengkapi dialog drama. Aksi semua adegan biasanya berlangsung di jalan di luar kediaman karakter utama, dan kompleksitas plot seringkali merupakan hasil dari intersepsi kompetisi sekunder.

Baca juga : Cara Membuat Origami Kipas

Prautus ini ditulis antara 205 dan 184 SM. Sejauh ini, ada 20 film komedi yang bertahan, yang paling terkenal adalah lelucon. Kecerdasan dialognya dan berbagai ekspresi puitisnya mengagumkan.

Karena meningkatnya popularitas drama Plautus dan bentuk baru dari komedi tertulis ini, drama lanskap menjadi semakin penting dalam festival Romawi pada masa itu, menempati tempat dalam acara-acara yang sebelumnya hanya menampilkan balapan, kompetisi olahraga, dan pertarungan gladiator.

Keenam komedi yang ditulis oleh Terence antara 166 dan 160 SM masih ada di dekatnya. Karena kompleksitas plotnya, ia biasanya menggabungkan beberapa karya Yunani asli menjadi sebuah karya yang menuai kritik, termasuk klaim bahwa itu menghancurkan tulisan Yunani asli, dan ada juga rumor bahwa ia mendapat bantuan dari atasannya untuk Manusia sedang menyusun materi.

Faktanya, rumor mendorong Terence untuk menggunakan kata pengantar dalam beberapa dramanya sebagai kesempatan untuk memohon kepada penonton, meminta mereka untuk memahami karyanya secara obyektif dan obyektif tanpa mendengar gayanya. Dipengaruhi oleh pandangannya.

Ini sangat memang berbeda dengan pengantar tertulis dari penulis drama terkenal lainnya pada periode ini, yang biasanya menggunakan kata pengantar sebagai cara untuk memulai plot.

The Ambassadors Theatre, Teater Berkelas Tempat Lawrence Olivier Debut

The Ambassadors Theatre, Teater Berkelas Tempat Lawrence Olivier Debut

The Ambassadors Theatre (nama sebelumnya New Ambassadors Theatre), merupakan gedung teater yang terletak di West End yang terletak di West Street, dekat Cambridge Circus di Charing Cross Road City of Westminster yang merupakan ground zero bagi London, serta kawasan paling elit dan bersejeraha. Ini adalah salah satu cabang teater yang terkecil dari teater West End, dengan tempat duduk maksimal 444, dengan 195 kursi elite dress circle, dan 251 kursi tepat di depan panggung.

Teater itu dibangun bersama dengan biara Santo Martin yang berdekatan karena dirancang oleh arsitek yang sama, W. G. R. Sprague, keduanya juga berdiri pada waktu yang sama pada tahun 1913, tetapi Perang Dunia Pertama mengganggu pembangunan biara selama tiga tahun, di mana banyak pekerjanya yang direkrut untuk menjadi tentara ekspedisi. The Ambassadors ini dibangun dengan tujuan untuk menjadi sebuah teater yang intim dan lebih padat dan terletak di seberang restoran terkenal The Ivy, tempat favorit para elit teater.

Teater ini terdaftar sebagai bangunan landmark Grade II oleh Heritage Inggris pada bulan Maret 1973. Pada tahun 1996, gedung venue ini dibeli oleh jaringan yang memiliki nama sama, yakni Ambassador Theatre Group, yang sekarang menjadi operator teater terbesar di West End. Venue ini dibagi menjadi dua ruang kecil, dengan membuat lantai palsu di tingkat lingkaran, dan digunakan oleh Royal Court. Kemudian pada tahun 1999 venue tersebut dikembalikan ke desain aslinya, berganti nama menjadi New Ambassadors dan menjadi tuan rumah karya-karya atau niche dan permainan yang biasanya tidak terlihat di lain tempat.

Pada tanggal 4 April 2007 diumumkan bahwa jaringan ATG telah menjual venue tersebut kepada Stephen Waley-Cohen, yang mengubah nama venue tersebut menjadi The Ambassador, seperti nama lama, dan memulai program refurbishments yang ekstensif. Pada tahun 2014, Waley-Cohen mengumumkan rencana untuk menjual The Ambassadors ke Delfont Mackintosh Theatres. Penjualan tersebut kemudian ditunda sambil menunggu persetujuan pembangunan kembali, dan akhirnya dibatalkan pada November 2018. Pada bulan Desember 2018, Waley-Cohen sebaliknya menjual teater kembali ke ATG dengan harga £ 12 juta, lebih dari dua kali lipat dari yang seharusnya dibayar Mackintosh.

Artis ternama yang pernah tampil di teater ini adalah Vivien Leigh yang melakukan debut West End di The Ambassador, membintangi The Mask of Virtue (1935); ini juga drama di mana Laurence Olivier pertama kali tampil dalam debutnya. Produksi teater yang paling terkenal adalah Agatha Christie’s The Mousetrap, yang ditampilkan dari tahun 1952 hingga 1974 sebelum pindah di sebelah Teater St Martin, di mana judul itu masih ditampilkan.

Setelah dibeli oleh perusahaan  dan Ambassador Theatre Group di bawah produser Sonia Friedman, dibuat beberapa produksi termasuk “Some Explicit Polaroids” oleh Mark Ravenhill, “Spoonface Steinberg” oleh Lee Hall, “Krapp’s Last Tape” karya Samuel Beckett dan dibintangi John Hurt, dan merupakan rumah perdana pertunjukan Marie Jones “Stones in His Pockets” di West End. dan “The Vagina Monologues” karya Eve Ensler. Produksi terlawas termasuk produksi multi-penghargaan Sweeney Todd karya John Doyle yang kemudian ditransfer ke Broadway. Chocolate Factory dari Little Shop of Horrors, produksi Bush Theatre Whipping it Up, dibintangi oleh Richard Wilson dan Robert Bathurst, dan Love Song, dibintangi oleh Cillian Murphy dan Neve Campbell.

Young Vic, Teater Anak Muda Pencetak Aktor Kaliber Oscar Di UK

Young Vic, Teater Anak Muda Pencetak Aktor Kaliber Oscar Di UK

Young Vic, Teater Anak Muda Pencetak Aktor Kaliber Oscar Di UK – Teater Young Vic merupakan tempat pertunjukan seni teater, tari, musik, yang terletak di Cut, dekat South Bank, London Borough of Lambeth. Young Vic didirikan oleh Frank Dunlop pada 1970. Saat ini teater ini dipimpin oleh Kwame Kwei-Armah yang telah menjadi Direktur Artistik sejak Februari 2018, Kwame menggantikan direktur sebelumnya David Lan. Pada periode setelah Perang Dunia II, Sanggar Young Vic Company dibentuk pada tahun 1946 oleh sutradara George Devine sebagai cabang dari Old Vic Theatre School dengan tujuan menampilkan drama klasik untuk penonton berusia sembilan hingga lima belas tahun.

Dari sanalah nama Young Vic berasal.

Namun kegiatan ini dihentikan pada tahun 1948 ketika Devine dan seluruh rekanannya mengundurkan diri dari Old Vic. Lalu pada tahun 1969 Frank Dunlop menjadi pendiri-direktur teater The Young Vic di mana dirinya melakukan adaptasi dari karya Moliere, berjudul The Cheats of Scapin. Karya adaptasi ini hendak dipertunjukkan di gedung bekas Young Vic sekaligus menandai kelahiran kembali Young Vic. Karyanya lalu disaikan untuk umum pada 11 September 1970 dan dibintangi oleh Jim Dale sebagai pemeran utama, dengan desain dekor oleh Carl Toms dan desain kostum oleh Maria Björnson.

Awalnya bagian dari Teater Nasional, Teater Young Vic menjadi badan independen pada tahun 1974. Dalam kata-kata aktor terkenal, Sir Laurence Olivier, yang saat itu menjadi direktur Teater Nasional: “Di sini kami berpikir untuk mengembangkan permainan untuk penonton anak muda, sebuah lokakarya eksperimental untuk penulis, aktor dan produser.” Tujuannya adalah untuk menciptakan teater yang dapat diakses yang menawarkan kualitas tinggi, dengan biaya murah di lingkungan informal. Tujuannya juga untuk menarik perhatian khalayak muda sebanyaknya, tetapi kali ini tidak khusus untuk anak-anak.

Frank Dunlop menyelesaikan set gedung teater ini pada tahun 1970, berada di dalam blok gedung Wind di The Cut, dibangun pula dari toko bekas tukang daging dan lokasi bom yang berdekatan. Gedungnya disewa untuk bertahan selama lima tahun, tetapi kini telah menjadi permanen. Auditorium, teater memiliki kapasitas 420 kursi, meskipun konfigurasi dan kapasitas dapat bervariasi tergantung pada desain masing-masing produksi. Selain rumah utama Young Vic, sekarang ada dua ruang teater yang lebih kecil. Yakni teater Maria, dinamai dari desainer kostum Maria Björnson, dengan kapasitas 150 kursi. Lalu teater Clare, dinamai dari direktur artistik Sheffield Crucible, Clare Venables, dengan 70 kursi.

Young Vic, Teater Anak Muda Pencetak Aktor Kaliber Oscar Di UK

Seperti hall teater utama, kedua hall teater yang lebih kecil memiliki konfigurasi tempat duduk yang fleksibel yang dapat diatur sesuai dengan desain produksi. Dalam dua auditorium, tempat duduk yang lebih kecil biasanya tanpa pagu harga, dengan para aktor tampil dekat dengan penonton.

Young Vic tetap menampilkan melakukan drama klasik, tetapi sering kali dibuat dalam produksi yang inovatif. Banyak aktor terkenal telah bekerja di Young Vic termasuk Ian Charleson, yang melakukan debut profesionalnya dengan Young Vic 1972-74, dan yang memerankan Jimmy Porter di Look Back in Anger and Hamlet, Stencard’s Rosencrantz, dan Guildenstern Are Dead pada tahun 1973. Pemeran lainnya yang berkiprah di Young Vic yang telah terkenal termasuk Vanessa Redgrave, Helen Mirren, Judi Dench, Timothy Dalton, Robert Lindsay, Willard White, John Malkovich, Michael Sheen dan Arthur Lowe. Tentunya nama-nama Hollywood yang telah beroleh nominasi Oscar itu Anda kenal.

Gielgud Teater Besar Bersejarah di UK

Gielgud Teater Besar Bersejarah di UK

Teater Gielgud adalah teater yang berlokasi di West End, tepatnya terletak di Shaftesbury Avenue di Westminster City, London, di sudut Rupert Street. Teater ini diperkuat 986 kursi dengan tiga lantai. Teater ini dirancang oleh W. G. R. Sprague, yang juga banyak mendesain gedung di Westminster dan dibuka pada tanggal 27 Desember 1906 dengan nama Teater Hicks, dinamai dari Seymour Hicks, donatur yang membiayai pembangunannya.

Pertunjukan pertama di teater ini adalah adalah drama musikal berjudul The Beauty of Bath yang ditulis Hicks sendiri. Kesuksesan besar lainnya adalah A Waltz Dream pada tahun 1908. Pada tahun 1909, warga negara Amerika Serikat, Charles Frohman menjadi manajer teater dan menamai ulang gedungnya menjadi Globe Theatre – sebuah nama yang dipertahankan hingga 85 tahun.

Pertunjukkan Call It a Day dibuka pada tahun 1935 dan telah tampil sebanyak 509 pertunjukan, sebuah perjalanan panjang untuk suatu judul yang ternyata disukai oleh penonton. Ada juga karya lain, Girl in My Soup, sejak 1966, yang tampil selama hampir tiga tahun, sebuah rekor untuk teater yang tidak dilewati sampai akhirnya Daisy Pulls It Off tayang perdana pada bulan April 1983 dan tayang hingga 1.180 pertunjukan.

Pada tahun 1987, teater tersebut telah menghadirkan beberapa penampilan karya Alan Ayckbourn, termasuk Man of the Moment (1990). Selama rekonstruksi teater Globe Shakespeare di South Bank, pada tahun 1994 teater berganti nama menjadi Teater Gielgud untuk menghormati aktor besar abad 20 seInggriis raya, Sir Arthur John Gielgud. Penampilan terakhir Gieglud sebagai Paus di Film Elizabeth, seolah menasbihkan bahwa dirinya adalah paus dunia teater, atas dasar itulah namanya di abadikan menggantikan The Globe.

Sejak Charles Frohmaan menjadi manajer dan teater berganti nama menjadi Globe Theatre karena nama teater yang sama di UK, terletak di Newcastle Street telah tutup 1902. Tidak ada alasan jelas mengapa Hicks dirubah menjadi titisan baru dari Globe Theatre di Newcastle Street, kecuali dari kesan global yang ingin dicapai. Produksi pembuka yang tayang perdana adalah “His Borrowed Plume”, ditulis oleh Lady Randolph Churchill, ibu dari Winston Churchill. Selama Perang Dunia Pertama, disajikan juga drama musikal Peg O ‘My Heart” yang nyatanya sukses.

Noël Coward juga memulai debut karya “Fallen Angels”-nya di Globe pada tahun 1925. Lalu diputar beberapa nomor dari Shakespeare dan beberapa drama klasik, serta musikal, dalam beberapa dekade berikutnya. Pada tahun 1938, aktor John Gielgud menjadi pemain sekaligus sutradara dalam nomor The Importance of Being Earnest yang “dianggap pada saat itu sebagai produksi definitif abad ke-20.”

Gielgud yang kemudian menjadi direktur teater mengambil produksi The Lady’s Not for Burning, oleh Christopher Fry, pada tahun 1949 untuk pemutaran perdana West End yang sukses. Demikian juga, pada tahun 1960, A Man For All Seasons tampil perdana di Globe. Terence Frisby’s “There a Girl in My Soup”, dibuka pada tahun 1966, dan tayang sebanyak 1.064 pertunjukan di teater, sebuah rekor yang tidak diampaui sampai akhirnya Andrew Lloyd Webber memproduksi teater komedi “Daisy Pulls It Off” oleh Denise Deegan dibuka pada April 1983 dan tampil sebanyak 1.180 pertunjukan, pertunjukan teater yang terbilang sebagai penampilan paling lama di The Globe. Walau begitu Gieglud lah yang mengangkat nama besar teater ini.

7 Teater Bersejarah di UK

7 Teater Bersejarah di UK

7 Teater Bersejarah di UK – Pada daftar di bawah ini Anda akan mendapati teater unggulan di Inggris raya yang telah mengorbitkan aktor muda menjadi aktor yang wajahnya sangat kita kenal di gedung bioskop. Mereka berawal dari pertunjukkan teater, menjadi aktor watak hingga akhirnya berakhir di layar perak. Nama-nama seperti Lawerence Olivier, Peter O Toole, Vivien Leigh, Rachel Weisz dan banyak lain muncul reguler di teater berikut ini, di antaranya :

1. Teater Royal, Drury Lane Teater tertua di London dengan bangunan spektakuler dengan auditorium mewah yang dikagumi oleh pengunjung dari seluruh dunia. Meskipun tidak lagi merupakan bangunan asli – dibangun di situs yang sama pada tahun 1662- penampilannya yang megah melampaui sebagian besar teater West End lainnya. Terutama pementasan musikal populer, teater hari ini dimiliki oleh komposer dan produser Lord Andrew Lloyd Webber.

2. Bristol Old Vic Teater Royal di Bristol Old Vic dibuka sejak 1766 dan dikenal sebagai teater tertua yang terus beroperasi di Inggris. Di mana auditorium berbentuk tapal kuda dengan dekorasi merah dan emas yang mewah, bangunannya adalah salah satu terindah di dunia. Audiens juga masih menikmati produksi yang menghibur dan menginspirasi. Dari permainan klasik ke drama modern, teater ini juga bekerja sama dengan Sekolah Teater, Old Vic Bristol, yang telah menghasilkan aktor-aktor brilian seperti Jeremy Irons dan Daniel Day-Lewis.

3. Grand Theatre, Lancaster Sebagai teater tertua ketiga di Inggris, Lancaster Grand telah digunakan terus menerus sejak 1782. Pernah rusak oleh kebakaran pada tahun 1908 lalu dibangun kembali pada tahun yang sama. Tempat duduknya 457 orang dengan dua tingkat, dimiliki oleh Lancaster Footlights yang membeli bangunan ini pada tahun 1950 untuk menyelamatkannya dari kehancuran.

4. Teater Royal, Margate Dibuka pada tahun 1787, Theatre Royal in Margate mengklaim sebagai teater tertua yang belum pernah direnovasi se Inggris Raya dan juga memiliki panggung tertua. Walau banyak pihak khawatir akan kekuatan panggung yang lapuk di makan usia.

5. Theatre Royal, Bath Teater ini adalah contoh terkenal arsitektur ala Georgian era dan awalnya dibuka pada tahun 1805 dengan pertunjukan Shakespeare, “Richard III”. Memiliki tiga auditoria, termasuk teater anak-anak, teater ini mengadakan festival setiap tahun, festival Shakespeare, dan Festival Bath International Puppet.

6. The Old Vic, London Terkenal baru-baru ini karena menunjuk aktor Amerika Kevin Spacey sebagai sutradara artistik. Teater ini melahirkan aktor kaliber internasional. dari Laurence Olivier, Peggy Ashcroft, dan John Gielgud hingga Maggie Smith, Judi Dench, Albert Finney, dan Peter O’Toole. Berdiri sejak tahun 1818 dengan nama awal Royal Coburg, lalu berganti menjadi Old vic. Mengesankan karya teater masa Victoria yang besar dan menginspirasi banyak seniman di Inggris raya hingga saat ini.

7. Citizens Theatre, Glasgow Pertama kali dibuka pada tahun 1878, ini adalah salah satu teater tertua di Skotlandia dan memiliki mesin teater ala Victorian era paling lengkap di Inggris. The Citizens Theatre masih memiliki inisiatif untuk membawa seni ke komunitas lokal Skotlandia dengan cara baru dan menarik. Mereka juga menawarkan harga tiket yang lebih terjangkau juga program gratis untuk penonton yang jadi anggota. Bahkan ada kelas drama pada akhir pekan untuk anak-anak untuk meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam menginspirasi kreativitas. Tua tapi bijaksana, itulah The Citizens.

Royal Opera House: Pertunjukan Seni Tak Selalu Membosankan

Royal Opera House: Pertunjukan Seni Tak Selalu Membosankan – Inggris merupakan salah satu negara yang kental dengan pertunjukan seni klasik yang dijadikan sebagai salah satu sarana hiburan bagi rakyatnya. Kesenian opera yang sering kali ditampilkan dalam tempat pertunjukan seni biasanya sering dianggap sebagai kesenian yang hanya dapat dinikmati oleh kaum elite Inggris serta cenderung membosankan. Pihak pengelola Royal Opera House yang berada di London pun tidak ingin anggapan tersebut membuat pertunjukan kesenian yang digelar di tempat mereka menjadi berkurang penontonnya terutama bagi para penonton yang berasal dari golongan mudah. Sehingga pihak pengelola pun mulai melakukan beberapa upaya untuk membuat suasana yang ada di Royal Opera House menjadi lebih kekinian dan tidak terkesan kaku.

Salah satu upaya yang dilakukan oleh pihak pengelola adalah dengan membangun sebuah ruangan teater baru bernama Linbury Theatre yang memiliki kapasitas hingga 406 orang. Ruangan teater baru ini pun mulai beroperasi sejak Desember 2018. Dengan hadirnya Linbury Theatre di Royal Opera House pihak pengelola berharap bahwa para penonton yang berasal dari kalangan mudah bisa lebih tertarik lagi untuk mempelajari dan melestarikan kesenian asal Inggris tersebut. Program pertunjukan yang berlangsung di tempat tersebut pun dirancang untuk mengikuti perkembangan zaman untuk menarik perhatian kaula muda Inggris agar mau menonton pertunjukan opera. Selain itu hal tersebut merupakan upaya untuk meninggalkan kesan bahwa pertunjukan seni klasik itu membosankan.

Pertunjukan tetap diadakan oleh pihak Royal Opera House namun konsep yang digunakannya berbeda. Pihak penyelenggara kini mulai menggunakan konsep yang segar untuk menarik lebih banyak orang agar datang menonton pertunjukan yang digelar oleh pihak pengelola. Satu dari empat pertunjukan seni kelas dunia yang pernah digelar oleh Royal Opera House adalah The Mostrous Child yang merupakan karya dari Francesca Simon. Selain itu Royal Opera House juga pernah menjadi saksi dari banyaknya pertunjukan seni opera yang berkembang di Inggris dari masa ke masa. Kehadiran Royal Opera House pun terus berkembang dengan mengikuti perkembangan zaman yang makin modern.

Pihak pengelola Royal Opera House pun mengatakan jika mereka ingin menekan harga tiket untuk pertunjukan yang digelar di tempat ini agar para penonton dapat menikmati pertunjukan seni di tempat tersebut. Selain itu cara ini juga ditempuh untuk mengubah pandangan dunia terhadap pertunjukan seni yang sering kali dipandang hanya untuk kaum elite saja. Royal Opera House pun kini mulai mengganti konsep dengan mempertunjukan berbagai penampilan opera dengan konsep baru yang seru dan membuat penampilan menjadi lebih berwarna. Hal ini pun diharapkan mampu membantu eksistensi seni opera di tengah-tengah perkembangan zaman modern ini.

Jika selama ini banyak yang menganggap bahwa pertunjukan opera hanya menghadirkan seseorang yang mampu bernyanyi di atas panggung, namun kini Royal Opera House membuat penampilan opera menjadi lebih memiliki makna dari cerita yang disampaikan. Hal tersebut dikarenakan para penonton yang berasal dari pemain taruhan bola di situs  lebih menyukai cerita yang ditampilkan di dalam sebuah cerita. Dalam perjalanannya, pembangunan Linbury Theatre ini memiliki sebuah hambatan. Pasalnya ketika memasuki proses pembangunan, para pekerja konstruksi yang mengerjakan bangunan tersebut menemukan sebuah kubangan air yang cukup besar di bawah tanah. Sehingga mereka harus melakukan kerja keras untuk bisa menguras kubangan air tersebut dan harus mengeringkannya untuk membangun ruangan yang menjadi bagian Royal Opera House tersebut. Hingga kini Royal Opera House masih terus melakukan berbagai terobosan baru untuk mengubah stigma masyarakat terhadap pertunjukan seni opera.

Teater Seni Paling Megah di Inggris

Teater Seni Paling Megah di Inggris

Teater Seni Paling Megah di Inggris – Inggris merupakan salah satu negara yang kental dengan berbagai pertunjukan seni. Di negara tersebut berbagai pertunjukan seperti teater drama, pagelaran musik klasik, hingga opera kerap ditampilkan sebagai sarana hiburan yang mengasyikan. Hingga saat ini pertunjukan seni seperti itu masih sering diadakan di Inggis. Sehingga membuat negara ini memiliki tempat pertunjukan seni yang menakjubkan. Setiap kali pertunjukan seni digelar masyarakat Inggris akan memenuhi tempat pertunjukan untuk dapat menyaksikan berbagai pertunjukan yang mengesankan. Tempat pertunjukannya pun sengaja dibuat dengan indah agar para penikmat seni bisa merasa nyaman ketika memasukinya. Berikut ini adalah teater Seni paling megah yang ada di Inggris.

  1. Shakespeare Globe Theater
    Teater seni yang pertama adalah Shakespeare Globe Theater. Teater seni yang satu ini terletak di Soutwark tepatnya di di tepi sungan Thames. Tempat ini dulunya merupakan tempat favorit untuk penulis legendaries Inggris bernama Shakespeare untuk menulis naskah drama yang digarapnya. Kini Shakespeare Globe Theater menjadi salah satu teater seni termegah yang ada di Inggris dan wajib untuk dikunjungi. Teater seni merupakan area terbuka yang digunakan sebagai tempat bermain serta berlatih drama. Selain itu Shakespeare Globe Theater memiliki sarana yang lengkap yang bisa dijadikan sebagai media dalam mempelajari seni pertunjukan di negara tersebut.
  2. Open Air Theater
    Tetaer seni paling megah yang kedua adalah Open Air Theater. Sama seperi namanya yang memiliki arti udara terbuka, teater seni yang satu ini juga memang dibangun di alam terbuka yang membuatnya terkesan menjadi tempat pertunjukan yang unik. Open Air Theater berlokasi di Regent’s Park, London, Inggris dan menjadi salah satu tempat pertunjukan seni dengan kapasitas 1.240 kursi. Sehingga membuat teater seni ini menjadi menjadi salah satu tempat pertunjukan seni terbesar yang ada di Inggris. Para pengunjung pun bisa menikmati pertunjukan di alam terbuka sehingga dapat meninggalkan kesan yang lebih bermakna. Selain itu di Open Air Theater juga disediakan aneka makanan dan minuman untuk para pengunjung.
  3. Royal Opera House
    Gedung pertunjukan seni yang megah lainnya adalah Royal Opera House yang terletak di Covent Garden, London, Inggris. Tempat pertunjukan yang satu ini biasa digunakan untuk pagelaran opera dan juga ballet. Royal Opera House dibangun pada tahun 1732 pun menjelma menjadi salah satu tempat pertunjukan yang mewah dengan segala ornament yang menghiasinya. Ada banyak pertunjukan opera yang ditampilkan di Royal Opera House. Selain itu Royal Opera House pun memiliki kapasitas yang cukup besar dan mampu menampung hingga 2.500 petonton untuk setiap pertunjukannya. Pertunjukan opera ataupun ballet yang digelar di Royal Opera House selalu dibanjiri banyak .

Itulah daftar teater seni paling megah yang ada di Inggris. Negara tersebut memang memiliki warisan seni pertunjukan yang begitu dinamis. Tak heran jika tempat pertunjukan yang ada di Inggris memiliki bangunan yang megah dan mampu menampung banyak orang. Mulai dari opera hingga penampilan musik klasik merupakan salah satu kebudayaan yang masih dilestarikan hingga saat ini. tempat-tempat pertunjukan seni tersebut pun hingga kini masih beroperasi dan mampu menjadi magnet pariwisata. Banyak orang yang rela menonton pertunjukan seni di tempat-tempat tersebut dan menikmati sajian pertunjukan seni yang menakjubkan. Tak hanya itu saja bangunannya pun memiliki tampilan yang sangat megah dan mampu menghipnotis banyak mata yang melihatnya.

Pertunjukan Seni yang Pernah Digelar Di Royal Albert Hall

Pertunjukan Seni yang Pernah Digelar Di Royal Albert Hall

Pertunjukan Seni yang Pernah Digelar Di Royal Albert Hall – Royal Albert Hall merupakan salah satu tempat pertunjukan kesenian yang berlokasi di South Kensington, Westminser, London, Inggris. Tempat pertunjukan yang satu ini terkenal ketika ia mengadakan sebuah acara konser prom musim panas yang digelar berkala setahun sekali sejak tahun 1941. Hingga kini Royal Albert Hall telah menggelar banyak sekali pertunjukan seni yang telah disaksikan oleh ribuan orang. Royal Albert Hall sendiri memiliki kapasitas yang sangat banyak karena memiliki 5.272 kursi di dalamnya. Bangunan ini telah menjadi saksi berbagai pertunjukan seni yang memukau dan memikat hati para penontonnya.

Inggris merupakan salah satu negara yang sangat kental dengan berbagai pertunjukan seni klasik. Di negara tersebut banyak pertunjukan seni yang digelar di tempat-tempat pertunjukan seni seperti salah satunya di Royal Albert Hall . mulai dari pertunjukan teater drama, pertunjukan konser music klasik, serta penampilan opera kerap menjadi sarana hiburan yang menyenangkan bagi warga Inggris sejak zaman dahulu. Tak heran rasanya jika berkunjung ke Inggris anda akan menemukan banyak sekali tempat pertunjukan seni dengan arsitektus yang megah seperti yang dimiliki oleh Royal Albert Hall . pertunjukan seni klasik merupakan salah satu warisan berharga yang dimiliki oleh Inggris. Oleh sebab itu Royal Albert Hall terus menggelar pertunjukan seni klasik untuk menarik perhatin banyak orang. Berikut ini adalah pertunjukan kesenian yang pernah digelar oleh Royal Albert Hall yang wajib anda ketahui.

  • Royal Choral Society
    Pertunjukan seni pertama yang pernah digelar di Royal Albert Hall adalah Royal Choral Society. Pertunjukan seni ini merupakan salah satu pertunjukan regular terpanjang yang pernah digelar oleh Royal Albert Hall. Setelah sukses dengan pertunjukan yang bertajuk Royal Choral Society pada tahun 1872, kemudian pada tahun 1878 Royal Albert Hall pun membuat sebuah pertunjukan tahunan untuk gelaran acara Jumat Agung yang dipegang oleh Messiah. Pertunjukan kesenian ini sukses menarik perhatian dari banyak orang dan dihadiri oleh ribuan orang setiap tahunnya.
  • BBC Proms
    Gelaran pertunjukan seni lainnya yang pernah digelar di Royal Albert Hall adalah BBC Proms atau konser Promenade BBC. Pertunjukan ini merupakan acara tahunan yang digelar pada musim panas dan menampilkan pertunjukan konser music klasik yang sangat meriah. Setelah perang dunia II pertunjukan prom terus digelar di Royal Albert Hall dan sukses menarik perhatian banyak orang. Pada tahun 2009 jumlah pertunjukan proms yang pern ah digelar di Royal Albert Hall telah mencapai 100 pertunjukan untuk kali pertama. The Proms pun diganggap sebagai salah satu pertunjukan terbesar yang pernah digelar di inggris. Dari semua acara permainan di situs judi online terpercaya Indonesia yang pernah digelar oleh The Proms, maka acara tersebut merupakan salah satu acara yang paling populer dan paling terkenal.
  • Pertunjukan Ballet
    Sejak tahun 1998 pertunjukan Balet nasional Inggris telah digelar di beberapa tempat. Salah satunya adalah Royal Albert Hall ini. tarian ini memang sangat populer terutama bagi kalangan elite di Eropa. Tarian balet sendiri merupakan sebuah pertunjukan kesenian yang pertama kali dikembangkan oleh kaum elite di Prancis. Namun seiring berjalannya waktu tarian balet semakin populer dan mulai dikembangkan juga dinegara lainnya. Tak hanya itu saja pertunjukan balet pun selalu dipenuhi oleh banyak penonton. Bahkan ketika pertunjukan balet nasional inggris di pertontonkan oleh Royal Albert Hall pun sukses menarik perhatian banyak orang dan pertunjukanya pun disambut dengan baik.

Melihat Kemegahan Britania Raya dari Gedung-Gedung Pertunjukannya

Melihat Kemegahan Britania Raya dari Gedung-Gedung Pertunjukannya

Melihat Kemegahan Britania Raya dari Gedung-Gedung Pertunjukannya – Inggris merupakan salah satu negara maju terkuat di dunia saat ini. Inggris juga merupakan negara yang cukup dapat merpresentasikan kemajuan yang dicapai era modern hampir di segala sisi. Sebut saja dari sisi teknologi, militer, ekonomi, pemerintahan, dan lain-lain menggambarkan betapa maju dan modernnya Britania Raya ini. Dilihat dari kacamata modern, Inggris memang pantas disebut sebagai salah satu negara paling maju saat ini.

Namun, ada pendapat lain yang mengatakan bahwa maju mundurnya atau pencapaian sebuah komunitas semacam negara tidak melulu dipandang dari kecanggihan teknologinya, perkembangan ilmu pengetahuannya, keampuhan tata pemerintahnya, atau kekuatan ekonominya saja. Pendapat tersebut justru mengatakan bahwa pencapaian sebuah komunitas negara dapat dilihat dari sejarah dan perkembangan budaya di tengah masyarakat negara itu sendiri.

Negara Inggris memang memiliki pengaruh yang besar terhadap perkembangan dunia sejak berabad-abad yang lalu. Inggris atau yang juga sering disebut Britania Raya juga merupakan salah satu negara modern yang masih mempertahankan Kerajaan di dalam sistem kenegaraan dan pemerintahan modern. Saat ini sistem pemerintahan Inggris menganut sistem parlementer. Namun, di sisi lain Kerajaan Britania Raya tetap eksis dan ratunya masih diakui sebagai kepala negara dan simbol negara. Sejarah kerajaan Britania Raya memang panjang, jadi tidak mengherankan jika Inggris sampai saat ini masih sangat kental dengan nuansa kebudayaannya. Dengan kentalnya kebudayaan mereka inilah, lahir berbagai kesenian di sana. Salah satu yang paling menonjol dari kesenian Inggris adalah seni pertunjukannya. Sangat banyak seniman pertunjukkan yang lahir di negeri Britania tersebut. Salah satunya yang paling terkenal luas di seluruh dunia adalah William Shakespeare dengan salah satu karya pertunjukkannya berjudul Romeo dan Juliet yang masih banyak dipentaskan di seluruh dunia hingga kini.

Kemunculan seniman-seniman di Inggris juga diiringi dengan dibangunnya gedung-gedung pertunjukkan. Tren seperti ini telah berjalan berabad-abad lamanya.

Berikut ini adalah beberapa bangunan gedung pertunjukkan di negara Inggris.

– Royal Albert Hall
Gedung pertunjukkan ini sebelumnya bernama The Center Hall of Art and Science. Kemudian pada era Ratu Victoria diganti namanya menjadi Royal Albert Hall oleh sang ratu sendiri untuk menghormati mendiang suaminya, yaitu Prince Albert.

Royal Albert Hall terletak di London, tepatnya di kota Westminster. Gedung ini merupakan salah satu gedung pertunjukkan terbesar dimana kapasitas penontonnya mencapai delapan ribu orang.

– Royal Opera House
Berada di Covent Garden, kota Londo, Royal Opera House merupakan gedung pertunjukkan termegah di seluruh Britania Raya. Gedung ini dibangun pada tahun 1732 dengan arsitektur yang menakjubkan dan sangat megah. Pertunjukkan pertama yang dipentaskan di gedung ini adalah Pertunjukkan tari ballet. Setelah itu baru banyak pertunjukkan opera mulai diselenggarakan. Royal Opera House dapat menampung sekitar 2500 penonton.

– Open Air Theatre
Open Ar Theatre mungkin adalah tempat pertunjukkan paling unik di Britania Raya. Pasalnya sesuai dengan namanya, tempat pertunjukkan ini benar-benar berada di ruang terbuka. Tepatnya berada di Regent’s Park, kota London, Open Air Theatre dikelilingi oleh pepohonan yang banyak tumbuh di sana. Tempat ini juga memiliki kapasitas penonton mencapai 1240 orang.

Selain menonton pertunjukkan yang diselenggarakan di Open Air Theatre, para penonton juga disuguhi pemandangan alam terbuka yang indah. Penonton juga dapat merasakan nuansa sejuk dan hembusan angin taman yang tidak bisa mereka dapatkan di gedung-gedung pertunjukkan pada umumnya.