Royal Opera House: Pertunjukan Seni Tak Selalu Membosankan

Royal Opera House: Pertunjukan Seni Tak Selalu Membosankan – Inggris merupakan salah satu negara yang kental dengan pertunjukan seni klasik yang dijadikan sebagai salah satu sarana hiburan bagi rakyatnya. Kesenian opera yang sering kali ditampilkan dalam tempat pertunjukan seni biasanya sering dianggap sebagai kesenian yang hanya dapat dinikmati oleh kaum elite Inggris serta cenderung membosankan. Pihak pengelola Royal Opera House yang berada di London pun tidak ingin anggapan tersebut membuat pertunjukan kesenian yang digelar di tempat mereka menjadi berkurang penontonnya terutama bagi para penonton yang berasal dari golongan mudah. Sehingga pihak pengelola pun mulai melakukan beberapa upaya untuk membuat suasana yang ada di Royal Opera House menjadi lebih kekinian dan tidak terkesan kaku.

Salah satu upaya yang dilakukan oleh pihak pengelola adalah dengan membangun sebuah ruangan teater baru bernama Linbury Theatre yang memiliki kapasitas hingga 406 orang. Ruangan teater baru ini pun mulai beroperasi sejak Desember 2018. Dengan hadirnya Linbury Theatre di Royal Opera House pihak pengelola berharap bahwa para penonton yang berasal dari kalangan mudah bisa lebih tertarik lagi untuk mempelajari dan melestarikan kesenian asal Inggris tersebut. Program pertunjukan yang berlangsung di tempat tersebut pun dirancang untuk mengikuti perkembangan zaman untuk menarik perhatian kaula muda Inggris agar mau menonton pertunjukan opera. Selain itu hal tersebut merupakan upaya untuk meninggalkan kesan bahwa pertunjukan seni klasik itu membosankan.

Pertunjukan tetap diadakan oleh pihak Royal Opera House namun konsep yang digunakannya berbeda. Pihak penyelenggara kini mulai menggunakan konsep yang segar untuk menarik lebih banyak orang agar datang menonton pertunjukan yang digelar oleh pihak pengelola. Satu dari empat pertunjukan seni kelas dunia yang pernah digelar oleh Royal Opera House adalah The Mostrous Child yang merupakan karya dari Francesca Simon. Selain itu Royal Opera House juga pernah menjadi saksi dari banyaknya pertunjukan seni opera yang berkembang di Inggris dari masa ke masa. Kehadiran Royal Opera House pun terus berkembang dengan mengikuti perkembangan zaman yang makin modern.

Pihak pengelola Royal Opera House pun mengatakan jika mereka ingin menekan harga tiket untuk pertunjukan yang digelar di tempat ini agar para penonton dapat menikmati pertunjukan seni di tempat tersebut. Selain itu cara ini juga ditempuh untuk mengubah pandangan dunia terhadap pertunjukan seni yang sering kali dipandang hanya untuk kaum elite saja. Royal Opera House pun kini mulai mengganti konsep dengan mempertunjukan berbagai penampilan opera dengan konsep baru yang seru dan membuat penampilan menjadi lebih berwarna. Hal ini pun diharapkan mampu membantu eksistensi seni opera di tengah-tengah perkembangan zaman modern ini.

Jika selama ini banyak yang menganggap bahwa pertunjukan opera hanya menghadirkan seseorang yang mampu bernyanyi di atas panggung, namun kini Royal Opera House membuat penampilan opera menjadi lebih memiliki makna dari cerita yang disampaikan. Hal tersebut dikarenakan para penonton yang berasal dari pemain taruhan bola di situs agen bola lebih menyukai cerita yang ditampilkan di dalam sebuah cerita. Dalam perjalanannya, pembangunan Linbury Theatre ini memiliki sebuah hambatan. Pasalnya ketika memasuki proses pembangunan, para pekerja konstruksi yang mengerjakan bangunan tersebut menemukan sebuah kubangan air yang cukup besar di bawah tanah. Sehingga mereka harus melakukan kerja keras untuk bisa menguras kubangan air tersebut dan harus mengeringkannya untuk membangun ruangan yang menjadi bagian Royal Opera House tersebut. Hingga kini Royal Opera House masih terus melakukan berbagai terobosan baru untuk mengubah stigma masyarakat terhadap pertunjukan seni opera.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *